Kritik Muhammadiyah, Bentuk Cinta Untuk Kepolisian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 18 Juli 2016 15:33 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) agar mampu membawa Kepolisian untuk melindungi rakyat dan menjadikan rakyat Indonesia sebagai tuan rumah di negaranya  sendiri.

“Tugas kita memotong mata rantai ketidakadilan,” ujar Haedar dalam Silaturrahim Idul Fitri 1437 H Pimpinan Pusat Muhamamdiyah di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Senin (18/7). Muhammadiyah mengakui bahwa banyak kritik yang dilakukan Muhammadiyah terhadap pemerintah dan elemen bangsa lainnya, tak terkecuali Kepolisian.

Namun, tutur Haedar, hal ini merupakan wujud dari semangat Muhammadiyah untuk menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam meluruskan kiblat bangsa.

“Banyak kritik, itu bentuk kecintaan kami,” ungkap Haedar di hadapan Kapolri Tito Karnavian dan tokoh-tokoh Muhammadiyah, Aisyiyah yang hadir dalam acara tersebut.

Selain kritik, kata Haedar, Muhamamadiyah juga terus melakukan komunikasi dengan eleman bangsa, pemerintah dan jajarannya dalam melaksanakan misi dakwahnya. Seperti halnya membangun kerjasama dalam kajian terorisme secara komprehensif.

Muhammadiyah juga mendorong agar Tito mampu mengemban amanat yang luhur sebagai Kapolri. Hal ini juga, ujar Haedar, akan didorong dengan dukungan dari Muhammadiyah dalam membantu bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang berdaulat dan makmur.

“Meskipun berat, Muhammadiyah akan bersama Bapak,” tutur Haedar memberikan dukungan kepada Tito Karnavian yang kini berpangkat jenderal polisi itu.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1