Kostum Daur Ulang Turut Meriahkan Pembukaan Muktamar HW ke- 3

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 13 Juli 2016 06:47 WIB


 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA-- Masih dalam rangka pembukaan Muktamar Hizbul Wathan (HW) ke 3 pada Rabu (13/7) betempat di Stadion Sriwedari, Surakarta, terdapat pemandangan yang cukup menjadi perhatian masyararkat yang hadir. Barisan kostum warna-warni tampak menghiasi sekitar stadion yang kontras dengan kostum para peserta Muktamar HW.

Dari banyaknya orang yang ada di stadion, Kostum Nusantara lah yang paling mencolok. Peserta yang terdiri dari 22 orang ini menampilkan bermacam-macam model kostum yang uniknya banyak kostum yang diterbuat dari bahan daur ulang.

Anita selaku koordinator acara mengatakan jika mereka mampunyai banyak koleksi kostum yang terdiri bahan-bahan yang mudah didapatkan.

"Kami berupaya untuk berkontribusi bagi lingkungan, karena banyak sekali bahan dari kostum yang terbuat dari daur ulang sampah, ada juga yang terbuat dari bahan di lingkungan rumah, seperti halnya tutup saji untuk makanan, sendok dan lain sebagainya," ungkap Anita.

Kostum Nusantara ini juga sering digunakan untuk event-event besar lainnya dan banyak sekali memenangkan penghargaan Nasional.

Anita menambahkan jika berat kostum itu bisa mencapai 10 kg dan yang paling ringan 5 kg. Selain itu ada beberapa kostum nusantara yang memang didatangkan langsung dari daerahnya langsung. Salah satunya ialah kostum dari Papua yang dilengkapi oleh properti yang juga didatangkan dari sana.

"Semoga semua peserta yang hadir di sini lebih mampu bermanfaat bagi masyarakat, cukup dengan mengurangi sampah untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat," tutup Anita.

Terlepas dari hal itu, para relawan dan panitia menyediakan posko untuk memudahkan para muktamirin untuk menuju lokasi muktamar serta tempat penginapan.

Quratul Aini selaku koordinator posko muktamar HW menjelaskan jika dengan adanya posko ini diharapkan para muktamirin akan lebih terbantu dari segi informasi serta untuk memudahkan akses kebeberapa lokasi yang akan digunakan untuk lokasi kegiatan.

“Kami dari panitia menyediakan empat posko yang tersebar di empat titik berbeda, yang merupakan akses trasportasi dari para muktamirin. Di posko tersebut kami memberikan informasi dari rute jalan yang harus ditempuh, membagikan peta, menunjukkan tempat istirahat,  menyediakan obat-obatan, serta apabila rombongan peserta masih bingung kami juga langsung mengantar ke tempat yang dituju yaitu di Balai Muhammadiyah yang digunakan untuk registrasi selanjutnya," ungkap Aini.

Empat titik posko tersebut ialah Posko Kartasura(UMS), Posko Solobaru, Posko Palur dan Posko Palang Joglo, dimana pada empat titik tersebut merupakan akses masuk dari beberapa arah yang akan menuju ke tempat muktamar.

 “Kami tetap semangat dan sangat banggga bisa menjadi bagian dari kepanitiaan, dimana tugas kami juga sangat berguna bagi para peserta. Selain itu semangat bulan Syawal masih melekat pada diri kami yang terus menjaga posko selama 24 jam secara bergantian," tambah Aini.

Alwi salah satu peserta muktamar dari Kwarwil Lampung mengatakan jika dengan adanya posko ini sangat membantu dalam menuju ke lokasi muktamar ataupun ke tempat penginapan. Sehingga lebih mempercepat perjalanan.

“Karena kami dari Lampung jadi kami merasa sangat terbantu dengan adanya posko ini, karena Surakarta merupakan kota yang besar sehingga tidak mudah menemukan tempat yang akan dituju, walaupun kami menggunakan kendaraan umum," ungkap Alwi. (adam)

Kontributor :  Drajat
 

Shared:
Shared:
1