Haedar Nashir: Mari Berukhuwah Berburu Kebajikan dan Berburu Kemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 14 Juli 2016 15:51 WIB

LAMONGAN, MUHAMMADIYAH.OR.ID - Pasca The Arab Springs umat Islam di Timur Tengah dilanda musibah konflik dan perang saudara yang mengancam masa depan mereka. Kehadiran ISIS (Islamic State of Iraq and Shiria) yang radikal menambah beban berat gejolak politik di kawasan Timur Tengah.

“Dalam kancah dunia arab yang bergejolak, peran Indonesia sebagai negara muslim terbesar untuk memediasi jalan damai sangatlah penting, dan menjadi harapan banyak pihak,” hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Tabligh Akbar Keluarga Besar Ranting Muhammadiyah Payaman, Solokuro, Lamongan, Rabu (13/7).

“Kita percaya umat Islam di Jazirah Timur Tengah dapat menemukan jalan baru guna membangun kembali peradaban yang damai, bersatu, dan berkemajuan,” tambah Haedar.

Menurut Haedar, beri mereka kepercayaan dan dorongan. Jika jazirah Arab hancur, maka peradaban Islam tidak bisa tegak secara global.  Kita perlu melihat. Menjadi negeri yang membangun peradaban utama. Merajut kembali puing-puing kemajuan.

Haedar juga menambahkan peran ormas dan komponen bangsa yang lain mempunyai tanggungjawab yang sama.  Ormas-ormas Islam ini menjadi kekuatan baru, pasca puasa, pasca idul fitri, menyadarkan umatyang tertinggal peradaban literasi. Dengan karakter ketakwaan, Kita sadarkan umat agar, tidak tenggelam menjadi koruptor, agar tidak mengahalalkan segala cara dalam hal apapun.

Umat Islam di Indonesia harus menjadi Khalifatul fil Ardh, bagaimana menjadi khalifah fil ardh di daerah masing-masing agar bisa menjadikan bangsa ini maju. Haedar mengungkapkan, Bangsa ini maju jika umatnya terus terdidik, gerakan ilmu itu harus terus digerakkan. Menggerakkan gerakan ilmu itu tidak mudah. Banyak orang sekarang pandai menulis di Whatsapp, di Facebook, namun ketika diminta untuk menuliskan soal keilmuan, itu susah.

Lebih lanjut, Haedar mengingatkan, Pasca puasa ini, kita harus memperbanyak silaturahim, kita harus melakukan gerakan ukhuwah, tidak hanya kepada umat islam tapi seluruh elemen bangsa ini. Yaitu ukhuwah yang fitri, yang asli yang genuie, yang lahir dari hati, bukan ukhuwah yang hadir karena kepentingan.

“Selama ini yang dipersepsikan salah, Kalo kepentingan itu ada, kita berukhuwah, tapi ketika kepentingan itu tidak ada, maka kita terus bertentangan,” ujarnya.

Haedar juga mengajak di bulan Syawal ini setelah Ramadhan tidak hanya berburu rahmat dari Allah, tapi juga berburu Kemajuan

“Bangsa ini telah melakukan gerakan yang semakin membawa kepada kemajuan, itulah yang disebut Muhammadiyah itu berkemajuan, tidak ada bangsa yang bergerak ke belakang, semua bergerak ke depan. Maka jadikan puasa ini, jadikan syawal ini selain berburu kebajikan, namun juga berburu kemajuan,” tutup Haedar.

Haedar Nashir juga turut meresmikan dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Persyarikatan, di Ranting Muhammadiyah Payaman, Solokuro, Lamongan. Peletakan batu pertama ini juga disaksikan Bupati dan wakil Bupati Lamongan, Fadeli MM dan Kartika Hidayati, serta wakil Gubernur Jawa timur, Saifullah Yusuf. (dzar)

 

Reporter  : Mac

Redaktur : Dzar Al Banna

Shared:
Shared:
1