Manajemen Keselamatan Mudik Harus Dibangun Serius

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 08 Juli 2016 13:00 WIB
MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mendorong Pemerintah Indonesia agar segera meyusun dan menerapkan National Emergency Framework terkait mudik yang menjadi rutinitas tahunan ini. National Emergency Framework ini harus lengkap dalam upaya pencegahan kejadian, penanganan kedaruratan saat kejadian dan pasca kejadian darurat.  
 
"Pemerintah bisa membangun kebijakan dengan  mengadopsi yang berlaku dalam manajemen pengurangan risiko bencana untuk manajemen kedaruratan akibat mudik," ujar Sekretaris MDMC Arif Nur Kholis kepada Muhammadiyah.or.id, Kamis (7/7). Menurut Arif, ada pemangku kebijakan yang berperan dalam mencegah kedaruratan, menangani kedaruratan dan pasca kedaruratan.  
 
Kebijakan itu, kata dia, harus dalam satu sistem yakni kajian risiko, manajemen informasi, deteksi dini, manajemen kedaruratan, mobilisasi sumberdaya dan juga pembiayaan.  
 
Kabar kejadian dengan adanya korban hingga meninggal dunia saat mudik, terang Arif, tidak boleh hanya dianggap karena pemudik yang sudah sakit sejak sebelum berangkat. 
 
"Karena jatuhnya korban, sejatinya terjadi karena kondisi tidak aman dalam bentuk sarana transportasi atau jalan, dan terjadi pada seseorang yang rentan seperti sudah sakit, kelelahan dan ngantuk," kata Arif menjelaskan.
 
Risiko jatuhnya korban, menurut Arif, bisa bertambah tinggi ketika bertemu pemicu lain seperti kemacetan dalam waktu yang lama. "Jadi tidak bisa dikatakan kalau kemacetan tidak berkontribusi pada jatuhnya korban," tuturnya. 
 
Baca Juga : Ingin Rencanakan Mudik untuk 8 Tahun Kedepan ? Berikut Tanggal dan Bulannya !
 
Korban gunung meletus pun, ujar Arif, tidak murni karena material gunung api, Itu bisa dikarenakan orang sudah tidak bisa jalan dan harus tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB). Atau, sambung dia, orang itu memaksakan diri tinggal di KRB dan gagal mengevakuasi diri. Atau karena memang tidak punya pilihan lain karena faktor ekonomi atau politik.
 
"Karena itulah kenapa harus ada negara, presiden, menteri hingga Pak lurah yang dengan kekuasaannya membuat yang tidak mampu atau tidak mau, menjadi selamat dari bencana," jelas dia.
 
Menurut catatan kompas, Arif memberitahukan,  dari H-6 ke H-3 sudah ada korban meninggal 123 jiwa dari sekian kecelakaan yang ada. Tentu, kata dia, hal ini bukan berita yang diharapkan masyarakat di Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini.
 
"Angka kejadiannya jelas, peta kejadiannya jelas, penyebabnya jelas, populasinya bisa diprediksi. Seharusnya manajemen keselamatan mudik ini bisa dikondisikan sebagaimana manajemen bencana dengan manajemen yang komprehensif. Termasuk jangan tinggalkan potensi masyarakat selain pemerintah," kata Arif. (adam)
 
Reporter : Ilma Aghniatunnisa
Redaktur: Ridlo Abdillah
 
 
Baca Juga :Haedar Nashir : Media Sosial Kian Menggerus Keadaban Publik
                     2 Tokoh Muhammadiyah : Umat Muslim Indonesia Jangan Menjadi Intelektual Dollar
Shared:
Shared:
1