Pasca Ramadhan, Umat Islam Harus Mampu Berdaya Saing

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 07 Juli 2016 08:04 WIB

 

DENPASAR, MUHAMMADIYAH.OR.ID  - Nilai manusia bukan sebagaimana dia mati tetapi dia hidup untuk manfaat bagi orang lain. Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebaik-baiknya manusia adalah yang berakhlak mulia.

"Puasa Ramadhan menjadikan akhlak manusia lebih baik. Sehingga, umat Islam sebagai pelopor rahmatan Lil alamin. Memberi rahmat untuk seluruh alam. Selama puasa kita menjadi lebih ramah, rajin bersedekah, murah senyum. Seharusnya begitu pola kehidupan umat Islam sehingga menjadi rahmatan Lil alamin," kata Aminullah, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali dalam khotbah Idul Fitri 1437 Hijriah di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (6/7/2016).

Ribuan jamaah memenuhi lapangan dengan kantor Gubernur Bali ini sejak pukul 06.00 wita untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

Aminullah menambahkan, Idul Fitri 1437 H merupakan momen yang baik dan tepat untuk membuat perubahan, baik di bidang korupsi, intoleransi, maupun masalah-masalah kebangsaan lainnya.

“Sebab pada hari ini kita bagaikan anak yang dilahirkan suci kembali. Kita menjadi pribadi yang lebih baik dan tangguh daripada hari kemarin. Kita adalah sosok yang telah meraih kemenangan. Di negeri yang penduduknya telah menang, korupsi dan intoleransi tak boleh ada lagi. Mulai hari ini, di hari yang fitri”, ungkapnya.

Umat Islam harus mampu berdaya saing dari segi pendidikan dan ekonomi, peran umat Islam dalam memajukan bangsa sangat ditunggu. Konsep Islam yang berkemajuan adalah solusi umat Islam agar bisa berdaya saing dengan umat lain. (adam)

 

Reporter : Dzal Al Banna

Shared:
Shared:
1