2 Tokoh Muhammadiyah : Umat Muslim Indonesia Jangan Menjadi Intelektual Dollar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 06 Juli 2016 16:56 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Saat ini banyak terjadi fenomena yang kurang pas bagi pertumbuhan umat Islam di Indonesia, yaitu banyaknya bermunculan intelektual maupun ulama yang menjual ayat Allah untuk kepentingan diri sendiri, dalam hal meraih keuntungan.

“Saat ini sedang marak fenomena ulama dollar, dimana seorang ulama dengan mudahnya mengagung-agungkan seorang tokoh untuk kepentingan politik dan ekonomi semata, yang disertai dengan ayat-ayat Al-Quran,” ungkap Amien Rais selaku Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dalam acara Silaturahim Hari Raya Idul Fitri Warga Muhammadiyah pada Rabu (6/7) bertempat di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jangan lah menjadi ulama yang haus akan pundi-pundi harta semata, seharusnya apa yang kita lakukan semua diniatkan karena Allah,” tambahnya.

Amien Rais berharap intelektual dan juga ulama Muhammadiyah jangan sampai salah langkah. “Muhammadiyah harus berada pada koridor yang jelas dalam menyiarkan dakwah, kembalikan semua yang kita lakukan kepada Allah,” tambahnya.

Senada dengan Amien, Buya Safi’i Maarif yang juga merupakan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan. “Dibandingkan dengan gerakan islam dimanapun, saya rasa Muhammadiyah masih yang terbaik, meskipun masih terdapat kelemahan,” ungkap Buya Safi’i.

Buya Safi’i menambahkan,  kondisi umat muslim di Indonesia dirasa masih cukup tenang, jika dibandingkan dengan kondisi umat muslim yang ada di daerah Timur Tengah. “Kita patut bersyukur sebagai umat muslim yang ada di Indonesia, karena jika dibandingkan dengan negara lain, khususnya daerah Timur Tengah, konflik yang terjadi hinga saat ini masih tidak berujung,” tambahnya.

Buya Safi’I turut berpesan agar Muhamadiyah tetap konsisten dan bertanggung jawab terhadap gerakan amar ma’ruf nahi munkar. “Muhammadiyah masih memiliki tanggung jawab atas peradaban umat muslim yang terjadi di Indonesia, dan juga peradaban umat muslim di dunia,” tutupnya. (adam)

Shared:
Shared:
1