Alhamdulillah, Rumah Sakit Muhammadiyah Bebas Vaksin Palsu

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 04 Juli 2016 13:45 WIB

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID -- Kasus vaksin palsu untuk balita belakangan membuat geger masyarakat Tanah Air. Pelaku satu per satu telah ditangkap kepolisian. Namun, bisnis mereka telah berjalan belasan tahun.

Hasil penyelidikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan beberapa nama rumah sakit dan klinik diduga terindikasi memakai vaksin palsu ini. Tercatat ada 37 rumah sakit dan klinik disebut memakai vaksin ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Kesehatan, dr. Agus Taufiqurahman, menyatakan bahwa Amal Usaha Kesehatan milik Muhammadiyah, baik klinik maupun rumah sakit, terbebas dari vaksin palsu.

“Alhamdulillah, tidak ada amal usaha kesehatan muhammadiyah yang menjadi korban vaksin palsu,” ujarnya di kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (4/7).

“Insya Allah pelayanan vaksinasi yang dilakukan rumah sakit Muhammadiyah, hasil pemantauan saat ini menggunakan vaksi resmi yang telah memenuhi standarisasi dari kementerian kesehatan republik Indonesia,” lanjut dia.

Dokter spesialis saraf ini menambahkan, kasus ini menjadikan kita harus semakin hati-hati. Bagi Muhammadiyah, yang biasa mematuhi aturan pelayanan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, Insya Allah menjadi kehati-jatian kita dalam belanja farmasi atau kebutuhan rumah sakit.

Ke depan rumah sakit Muhammadiyah akan terus meningkatkan pelayanan, sehingga ke depan semakin banyak rumah sakit Muhammadiyah yang mendapatkan akreditasi paripurna. “Sekarang sudah lebih dari  enam rumah sakit Muhammadiyah yang mendapat akreditasi paripurna, akan segera menyusul rumah sakit yang lain.”, ujarnya.

Agus Taufiqurrohman berharap, pada prinsipnya Rumah sakit muhammadiyah insya Allah menjadi rumah sakit yang berkemajuan, rumah sakit unggul dan Islami. (dzar)

 

Redaktur: Dzar Al Banna

Shared:
Shared:
1