UMY: Berdakwah Melalui Opini

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 07 Desember 2011 09:05 WIB

 

Yogyakarta- Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) sebenarnya memiliki modal yang spesifik untuk menanggapi kasus  (berbagai persoalan yang tengah berkembang dimasyarakat), yaitu dari sudut pandang Keislaman. Dengan pemahaman tentang Islam yang didapatkan di kampus, mereka dapat mengkritisi dan menawarkan solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi saat ini. Melalui tulisan yang menarik perhatian masyarakat untuk membaca dan menyimak, mereka sebenarnya juga sedang berdakwah melalui tulisan tersebut.

 

Hal ini disampaikan oleh Irwan Widiarto, Redaktur Opini Jawa Pos, saat mengisi acara “Pelatihan Menulis Artikel” di Kampus Terpadu UMY, Selasa 6/12 pagi. 

 

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Agama Islam UMY ini, Irwan memberikan berbagai tips kepada mahasiswa agar tulisan opini mahasiswa bisa dimuat di media. “Bekal utama menulis adalah membaca. Kalau ingin menjadi penulis yang hebat, jadilah pembaca yang hebat terlebih dahulu. Lalu ide yang muncul dari banyak membaca bisa dikaitkan dengan topik-topik hangat yang sedang dimuat oleh media. Karena itu, perlu sekali bagi para penulis opini untuk terus mengamati jenis-jenis topik yang dimuat oleh media,” tuturnya. 

 

Irwan melanjutkan, untuk menulis opini, mahasiswa bisa memulainya dengan berdiskusi. “Tentukan saja tema untuk diskusi, lalu cobalah untuk saling menanggapi satu sama lain. Obrolan yang terlontar bisa kita tulis menjadi sebuah opini. Tapi tentu saja, opini yang baik harus memiliki dasar. Karena itu, cobalah berpedoman pada buku,” ungkapnya. 

 

Masih menurut Irwan, semua teori tentang menulis tidak akan bisa maksimal bila tidak dibarengi dengan latihan yang giat. “Menulis perlu latihan, karena itu seringlah menulis. Harus pantang menyerah, kalau tulisan belum dimuat, segera perbaiki dan kirimkan lagi. Selain itu, cobalah untuk mengamati ‘tajuk rencana’ dari masing-masing media. Biasanya, kolom itu berisi topik-topik hangat yang sedang dibahas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” tandasnya.

Shared:
Shared:
1