MPR RI - IMM DKI Jakarta Perkuat Pilar Kebangsaan Mahasiswa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 24 Juni 2016 04:35 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, Jakarta – MPR RI dan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) DKI Jakarta menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, pada Rabu (22/6), di Auditorium Buya Hamka, Kampus B Universias Muhammadiyah Buya Hamka (UHAMKA), Jakarta Timur.

Acara yang dihadiri oleh 200-an mahasiswa dan kader itu berangkat dari kegelisahan DPD IMM DKI Jakarta dalam melihat kondisi mahasiswa yang semakin hari semakin apatis dan tidak mengerti terhadap kondisi kebangsaan, hal ini disampaikan Immawati Kiki, ketua panitia dalam sambutannya. Sementara itu, Immawan Zaki Almuzaki, bendahara DPD IMM DKI Jakarta, dalam sambutannya menyebutkan, acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini sebagai upaya memperkuat pilar ideologi bangsa.

Acara ini dihadiri narasumber dan pakar di antaranya, Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong, akademisi Muhammadiyah Faiz Rafdhi, dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilu Politik Univesristas UMJ Djoni Gunanto, serta dimoderatori oleh Mega Saputra, kabid Organisasi DPD IMM DKI Jakarta.

Ali Taher selaku DPR RI menjelaskan secara historis asal nama Indonesia dan sejarah perjuangan founding father dalam merebut kemerdekaan pada Agustus 1945 silam. Menurut dia, Suatu negara tidak bisa berdiri sendiri, butuh pengakuan dari negara-negara lain, agar bisa dinyatakan merdeka. "Hadirnya empat pilar kebangsaan ini adalah bentuk wujud syukur terhadap hadirnya sebuah kemerdekaan bangsa. Bahwa Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam suku, dan bersatu menjadi NKRI," ugkapnya. 

Empat pilar yang ditetapkan dalam Tap MPR itu, menurutnya, adalah suatu bentuk etika berbangsa. Adapun empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai dasar ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Dia menyebutkan, Pancasila adalah cerminan cara berpikir Islam yang universal. Di pengujung penyampaiannya, Ali Taher menyampaikan pesan kepada kader-kader IMM dan peserta untuk menjaga etika dalam bergaul (akhlak) dan menjadi mahasiswa yang mau bergerak di masyarakat, tidak hanya puas dengan menimba ilmu di kelas saja.

Dalam kesempatan itu pula Faiz menyampaikan bahwa generasi muda harus memandang empat pilar kebangsaan dengan sudut pandang yang kontekstual. "Dalam menghadapi hedonisme dan globalisasi, kampus dan generasi muda tidak boleh terjebak dalam ritual akademis belaka," tutupnya

 

Kontributor : Ahmad  Sholeh

Redaktur : Mona Atalina

 

Baca juga :

 

Shared:
Shared:
1