Hajriyanto: Jangan Jadi Penonton!

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 23 Juni 2016 16:22 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari, menyeru kader muda Muhammadiyah agar menjadi kuat dan menjadi tokoh-tokoh penting dalam memimpin Indonesia di masa yang akan datang. Muhammadiyah, menurut Hajriyanto, merupakan organisasi yang menguatkan bagi bangsa. 

“Muhammadiyah punya komitmen untuk memajukan negara sebagaimana dicita-citakan pendiri bangsa,” ujar Hajriyanto saat menjadi pembicara dalam Pengkajian Ramadhan 1437 H, di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Senin (13/6).

Hajriyanto mendorong, agar warga Muhammadiyah tidak hanya diam dan menjadi penonton. “Jangan jadi penonton, kritik, ngomel ngomel,” ujar dia.

Kader Muhammadiyah, kata Hajriyanto, harus menyiapkan diri menjadi walikota, gubernur, anggota DPR dan pemeran penting dalam kebijakan negara. Karena, menurut dia, kader yang bersekolah di sekolah Muhammadiyah merupakan kader-kader terdidik yang juga siap untuk menjadi pemimpin, sekalipun seorang jendral.

“Apalagi yang jadi Bapak TNI itu Pemuda Muhammadiyah,” kata mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 ini mengingatkan Jenderal Soedirman yang juga aktif sebagai kader Pemuda Muhammadiyah dan Hizbul Wathan Muhammadiyah di masa hidupnya.

Hajriyanto mengatakan, kader muda mesti melihat kualitas dan kekuatan di dalam Muhammadiyah. Dia pun menyebutkan beberapa tokoh penting yang berperan aktif untuk kemajuan bangsa yang memiliki hubungan erat dengan Muhammadiyah seperti Mas Mansyur, Kasman Singodimejo, dan Jenderal Soedirman. 

“Orang penting yang kuat itu sangat dicintai Allah. Bukan yang lemah dan planga plongo,” ujarnya membakar semangat kader muda Muhammadiyah yang diharapkan jadi pemimpin.

Selain itu, Hajriyanto membahas kiprah Muhammadiyah melekat dengan Islam berkemajuan. Seperti tujuan dari pendiri bangsa yaitu Presiden pertama RI, Ir.Soekarno,  KH. Mas Mansyur, Ki Hajar Dewantara, dan Muhammad Hatta.

Bahwa, ujar Hajriyanto, Muhammadiyah berusaha mengintegrasikan nilai-nilai keIslaman dan keIndonesiaan sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia. Ini, tuturnya, merupakan bukti keterlibatan tokoh-tokoh penting Muhammadiyah bagi Indonesia.

Terutama menyoal salah satu poin dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa yaitu sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Ki Bagoes Hadikoesoemo, Ketua PP Muhammadiyah 1942-1953 lah tokoh penting di baliknya.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1