LazisMU Target Himpun 250 Miliar Dana Bantuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 23 Juni 2016 15:44 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqah Muhammadiyah (Lazismu), Andar Nubowo mengungkapkan bahwa,  Lazismu pada Ramadhan kali ini menargetkan akan menghimpun dana sebesar Rp 250 Miliar untuk disalurkan.

“Insyallah, tahun ini, target kami bisa menghimpun dana sebanyak dua ratus lima puluh miliar. Nantinya digunakan untuk program-progrm yang produktif, program pemberdayaan masyarakat, agar menjadikan kita semakin maju, melalui kerjasama kerjasama di dalam dan luar lingkungan Muhammadiyah,” ujar Andar saat memberikan sambutan dalam acara Pembagian Paket Kado Ramadhan, Aksi Bersama Untuk Sesama, di TPST Piyungan Bantul pada Rabu (22/6).

Diadakannya Acara pembagian Kado Ramadhan kali ini yaitu untuk berbagi kebahagiaan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. “Sasarannya untuk membuat masyarakat yang kurang bahagia menjadi bahagia. Ini bagian dari dakwah, bahwa Islam itu agama yang memperhatikan sesama, bukan hanya  latar belakang beragama Islam saja yang diperhatikan, tapi betul-betul terhadap sesama, siapapun itu,”tambah Andar

“Orang yang kurang beruntung itu memiliki tiga beban, yaitu pada bulan Ramadhan, bulan Syawal, dan tahun ajaran baru. Tugasnya orang yang mampu secara ekonomi, harus membahagiakan mereka,” ungkap Andar.

Sementara itu, Agung Danarto selaku Sekertaris PP Muhammadiyah yang turut hadir membuka acra penyerahan Kado Ramadhan tersebut mengungkapkan. “Sejak berdirinya Muhammadiyah telah menjadi sahabat wong cilik, Muhammadiyah sangat peduli terhadap kebodohan dan kemiskinan yang terjadi di Indonesia,” ungkapnya.

“Muhammadiyah tidak pernah lelah untuk berjuang dalam mengentaskan kemiskinan dan kebodohan, agar masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang tercerdaskan dan mandiri. Hal itu dibuktikan Muhammadiyah dalam terus berupaya mengembangkan lembaga pendidikan dan juga AUM-AUM yang dimiliki Muhammadiyah,” tambah Agung.

Gerakan santunan telah menjadi tradisi Muhammadiyah sejak dulu, utamanya dalam hal pendidikan. “Pendidikan merupakan salah satu jalan dalam memperbaiki taraf hidup, sehingga Muhammadiyah sangat gencar dalam hal tersebut. Karena pada dasarnya pendekatan yang dilakukan Muhammadiyah selain melalui pendekatan keagamaan, melainkan juga pendekatan pendidikan,” tutupnya. (mona)

Kontributor :  (M Fathi Djunaedy/Adam)

Shared:
Shared:
1