Budayawan Franz Magnis Suseno Minta Mahasiswa Tidak Hanya Mementingkan Ijazah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 23 Juni 2016 14:33 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Budayawan Franz Magnis Suseno mengatakan, semakin bahaya jika mahasiswa hanya mementingkan untuk mendapatkan ijazah di perguruan tinggi. Padahal, menurut dia, hal paling utama bagi mahasiswa yaitu  harus memperoleh kompetensi yang berkualitas baik.

“Kompetensi untuk kemudian memberikan pelayanan yang mutu kepada bangsa,” ujar Franz ketika menyampaikan kajian Masa Depan Gerakan Anti Korupsi di Indonesia dalam Konvensi Anti Korupsi 2016, Jakarta, Sabtu (18/6). Kompetensi pun, kata dia, juga dapat memuaskan diri sendiri dalam melakukan suatu pekerjaan.

Persoalan kompetensi ini, tambah Franz, amat berkaitan dengan pembangunan bangsa Indonesia. Jika pembangunan Indonesia mengabaikan kompetensi yang berkualitas, maka hal itu akan memiliki efek  negatif yang sangat luas.

Karena itu, Franz mengharapkan, mahasiswa di Indonesia dapat meningkatkan kualitasnya agar memiliki kompetensi yang baik. Ini untuk mencegah adanya budaya pembangunan yang dikorupsi. Yaitu budaya memanfaatkan orang-orang yang tidak berkompetensi baik dalam melakukan pekerjaan pembangunan hingga kualitasnya rendah.

“Korupsi itu memperlemah pembangunan,” ujar dia. Franz mencontohkan, jembatan, sekolah, jika pembangunannya dikorupsi, maka akan membuat fungsi ekonominya pun dapat hilang. Pembangunan yang dikorupsi, kata dia, kualitasnya akan buruk dan cepat rusak.

“Karena korupsi, proyek yang menang bukan proyek yang paling baik. Kriterianya bukan lagi kualitas. Tapi, yang pembayarannya paling memuaskan,” ujar Franz menyoal pembangunan yang berkualitas.

Korupsi, kata Franz, menciptakan budaya ketidakjujuran dan rasa saling tidak percaya. Sehingga korupsi akan membentuk disintegrasi masyarakat.

“Korupsi membuat kompetensi tidak bernilai,” katanya.

Franz menjelaskan, kompetensi merupakan suatu keahlian, kecakapan, dan kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik. Hal inilah, terang dia, yang perlu diraih oleh setiap mahasiswa Indonesia.

“Kalau terus menerus kita mengizinkan budaya pembangunan yang mengabaikan kualitas, itu akan mempunyai efek menyeluruh,” tutur Franz yang berharap mahasiswa Indonesia mempriotitaskan kompetensi baik.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1