Sejarah Panjang RSI Purwokerto

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 22 Juni 2016 10:29 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID., PURWOKERTO --  Rumah Sakit Islam Purwokerto didirikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas sebagai lembaga Muhammadiyah dengan SK PMD Banyumas dengan nomor A-1/002/1983 tanggal 23 Februari 1983. Saat itu, PDM yang masih disebut Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD) Banyumas, membentuk badan pendiri yang beranggotakan lima orang dari unsur Muhammadiyah, yakni H AK Anshori, Drs Djarwoto Aminoto, KH Syamsuri Ridwan, Moch Soekardi dan Moch Muflich.

Ibnu Hasan, Ketua PDM Banyumas menjelaskan bahwa bukti bahwa RSI Purwokerto itu didirikan oleh badan pendiri utusan PMD dikuatkan lagi dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bernomor 06/PP/1985 tertanggal 25 Maret 1985. SK tersebut mengesahkan Yayasan RSI Purwokerto dengan badan hukum yang berafiliasi kepada Muhammadiyah.

“Pada tahun 1986, terjadi perubahan susunan badan pendiri. Ada beberapa personil yang diganti karena perannya lebih dibutuhkan di amal usaha lain di bawah Muhammadiyah,” jelas Ibnu Hasan.

(baca juga: Hubungi Kapolri, Ketua Umum Inginkan Kepolisian Lindungi Aset Muhammadiyah)

Ibnu menjelaskan bahwa untuk mendirikan yayasan yang akan membangun rumah sakit harus ada pembentukan badan pendiri terlebih dahulu. Jadi sejak awal memang RSI Purwokerto dibangun oleh unsur Muhammadiyah untuk kepentingan masyarakat secara umum,” ujarnya.

Berkaitan dengan penggunaan nama RSI, Ibnu kembali menjelaskan  bahwa  hasil diskusi yang dilakukan badan pendiri, RSI Purwokerto tetap menggunakan nama RSI dan tidak menggunakan istilah PKU Muhammadiyah seperti kebanyakan amal usaha di bidang kesehatan lainnya di bawah Muhammadiyah.

(baca juga: KOKAM Fardhu 'Ain Selamatkan Aset Muhammadiyah di Banyumas)

“Mengapa tidak menggunakan nama PKU? Agar lebih universal, dan dengan menggunakan nama RSI, RSI Purwokerto tetap merupakan amal usaha milik Muhammadiyah seperti RSI Cempaka Putih dan RSI Pondok Kopi Jakarta,” tutur Ibnu.

Anjar Nugroho, wakil rektor bidang akademik Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengungkapkan bahwa ada rencana menjadikan RSI Purwokerto sebagai rumah sakit pendidikan yang akan mendukung kebutuhan amal usaha Muhammadiyah lainnya, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

 

Redaktur : Mona Atalina

Baca Juga :

Shared:
Shared:
1