Dunia Islam Minim Ilmuwan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 21 Juni 2016 16:43 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA - Dunia Islam saat ini berada dalam keremangan dunia ilmu. Tradisi pengembangan ilmu dan cara berfikir bebas yang dilakukan oleh masyarakat muslim masih sangat lemah.

“Dunia Islam saat ini mimin ilmuwan, dan juga kontribusi ilmu,”ungkap Agus Purwanto selaku Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam acara Talkshow yang diselenggarakan pada Senin (20/6) bertempat di Masjid Manarul IlmI ITS (Institut Teknologi Surabaya).

“Guna membangun kembali peradaban ilmuwan Islam, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu kembali menumbuhkan budaya membaca,”ungkap Agus.

Penulis Buku Ayat Ayat Semesta tersebut juga menambahkan, Mahasiswa harus bergerak dan bermain dalam dunia gagasan, dan tumbuh serta berkembang menjadi pencerah dan petarung pemikiran.

“Manusia bukanlah robot yg dipersiapkan untuk proses produksi masyarakat industri, karena manusia adalah makhluk merdeka dengan karunia utama akal,”tegas Agus.

Saintek (sains teknologi) harus dikuasai, tanpanya kita lumpuh tidak dapat mengelola Sumber Daya Alam (SDA) sendiri, sehingga menjadi miskin atau bergantung pada bangsa lain. Tidak mandiri dan sulit berdaulat.

“Knowledge is power, karena saintek tidak netral atau bebas nilai,maka tidak boleh buta filsafat,”ujar Agus.

Kembali ditambahkan oleh Agus, masyarakat muslim harus mempunyai pemahaman memadai tentang Al-Quran. “Saintek harus diletakkan dalam kerangka Islam, caranya yaitu dengan memahami Al-Quran seutuhnya,”tutupnya.(abey)

 

 

Redaktur    : Adam Qodar

Shared:
Shared:
1