Kepala Desa Kemasan: Dinas Pertanian Angkat Tangan, Tapi MPM Buktikan Mampu

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 23 Februari 2011 10:58 WIB

Sukoharjo- Ancaman gagal panen tanaman padi yang melanda kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo telah membuat beberapa petani serta dinas pertanian angkat tangan, tetapi Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah mampu membuktikan hal yang sulit terjadi.

Demikian gambaran yang diberikan Suradi, kepala Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, di hadapan petani dusun Gentan, Sukoharjo, Senin (21/02/2011). Menurut Suradi, dinas pertanian pun kesulitan dalam mengatasi serangan hama yang membuat petani sukoharjo berkali – kali gagal panen. “Seandainya MPM Muhammadiyah tidak melakukan pendampingan guna menyelamatkan tanman padi dari serangan hama, maka bisa jadi panen di Desa Kemasan gagal 100 persen,” terangnya.

Suradi yang juga seorang petani mengungkapkan, sewaktu sawah yang digarapnya mulai menunjukkan gejala menguning akibat hama, dirinya segera berkonsultasi dengan Syafii Latuconsina konsultan ahli dari MPM PP Muhammadiyah. Suradi mengaku, dengan umur padi yang telah 50 hari, harapan untuk panen sebenarnya sudah tertutup, sehingga banyak yang menyarankan termasuk dari dinas pertanian, untuk menanam benih baru. Tetapi setelah berkonsultasi dengan MPM, dirinya segera melaksanakan saran yang diberikan, serta dengan dampingan langsung dari MPM.

Selang seminggu ungkap Suradi, padi yang tadinya sudah tidak ada harapan untuk dipanen, perlahan – lahan mulai menunjukkan gejala membaik dan ada kesempatan untuk dapat berakhir dengan panen, dan saat ini sedang menunggu hasil yang diharapkan.

Shared:
Shared:
1