Rektor UMY : Jabatan Politik Jangan Hanya untuk Mencari Kekuasaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 20 Juni 2016 16:43 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – "Seandainya kader Muhammadiyah ada yang menjadi calon pemimpin dalam politik, ia harus memandang bahwa kekuasaan atau jabatan politik sebagai amal sholeh, jangan semata – mata hanya mencari kekuasaan," ungkap Bambang Cipto selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam acara Pengajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Jumat (17/6).

Bambang juga menegaskan bahwa kader Muhammadiyah juga harus memiliki great effort agar dapat berkompetitif jadi lebih cepat agar persyarikatan Muhammadiyah dapat terus bergerak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sebagai kader Muhammadiyah kita memiliki dasar teologi pencerahan yang terinspirasi dari Al- Qur’an dan Sunnah, sebagai kader Muhammadiyah juga harus bisa menjadi kader yang dapat menyelesaikan masalah, inovatif, dan kompetitif,"tambah Bambang.

Muhammadiyah harus miliki calon pemimpin yang lebih hebat daripada seorang politisi,  Muhammadiyah harus belajar dari seorang non muslim yang menjadi politisi di Chicago Amerika Serikat. "Sebelum menjadi seorang politisi ia terjun di dalam LSM yang sudah pro untuk kaum marginal,"ujar Bambang.

"Ia terjun langsung di kawasan miskin dan marginal di Chicago, dia sudah tahu permasalahannya, sehingga saat ia menjadi politisi ia melahirkan UU yang berkualitas yang pro kemiskinan dan kaum marginal,"ujar Bambang.

"Jika kader Muhammadiyah sudah terbiasa terjun di tengah masyarakat, ketika ia menjadi politisi, UU yang dihasilkan dapat menjawab permasalahan sosial,"tutup Bambang. (abey)

 

Kontributor  : Toni Priyanduru

Redaktur     : Adam Qodar

Shared:
Shared:
1