Azyumardi Azra Nilai Islam di Indonesia Islam Jalan Tengah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 20 Juni 2016 16:01 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Cendekiawan muslim Indonesia, Prof. Azyumardi Azra mengatakan, Islam yang ada di Indonesia adalah Islam jalan tengah. Indonesia, tegas dia, bukan tanah yang subur bagi Islam garis keras.

“Kita mewaspadai, tapi juga tidak perlu berlebihan,” ujar Azra menyoal Islam garis keras di Indonesia saat menjadi pemateri Dinamika Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia di Pengkajian Ramadhan 1437 H, di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Selasa (14/6).

Azra memberitahukan, Indonesia sangat beruntung memiliki ideologi Pancasila. Sebab, kata dia, karena Pancasila, umat Islam di Indonesia dapat menunjukkan eksistensinya. Ini pun berkaitan dengan Darul ‘Ahdi wa Syahadah yang digaungkan oleh Muhammadiyah. Yakni, Indonesia hadir dari hasil perjanjian dan kesaksian untuk hidup bersama  dalam perbedaan di tanah Nusantara.

Muhammadiyah pun, menurut Azra, memiliki konsep Islam yang berkemajuan. Muhammadiyah memang dikenal dengan pandangan Islamnya yang moderat. Hal ini, kata Azra, dapat menepis kekhawatiran ihwal adanya Islam radikal di Indonesia.

“Institusi yang banyak di Muhammadiyah itu, harus dijaga, untuk kualitas diri,” ujar dia mengharapkan.

Namun, guru besar sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengingatkan, di era reformasi ini, ideologi Pancasila tengah mengalami kemerosotan. Perhatian elit pejabat, masyarakat, terhadap Pancasila telah berkurang.

“Gimana Pancasila disegarkan kembali dan menjadi lebih terbuka,” katanya.

Menurut Azra, Pancasila sebagai dasar ideologi Negara memiliki keterikatan dengan agama.

Selain itu, Azra menceritakan mengenai organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Di Indonesia, ujar Azra, kadang terjadi perbedaan pendapat seperti perbedaan penentuan tanggal Idul Fitri antara Muhammadiyah dan NU.

Perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan cara perhitungan yaitu hisab ataupun rukyat. Tapi, hal ini, kata Azra, tidak menjadi permasalahan yang serius.

Dengan adanya berbagai paham, Azra berpendapat bahwa  terdapat kohesi sosial yang kuat di Indonesia. “Sering berbagi, tasyakuran, makanya kohesi sosialnya jadi lebih kuat,” jelas Azra mengenai kerukunan umat Islam di Indonesia.

Azra mengatakan, diperlukan juga aktualisasi dan revitalisasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Karena, implementasi ideologi Negara merupakan hal yang penting dari kesejahteraan dan perdamaian bangsa Indonesia.

Walaupun demikian, terang Azra, umat Islam di Indonesia jauh lebih baik dari umat Islam dimanapun. “Bandingkan dengan Negara lain, yang peraturannya tidak bersahabat dengan agama!” katanya.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1