Abdul Munir Mulkhan: Aisyiyah Tampil Sebagai Gerakan Spiritualitas.

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 20 Juni 2016 15:14 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, Yogyakarta--  Tampilnya Aisyiyah menjadi energi spiritual bagi gerakan Islam Indonesia. Pada tahun 1920-an , pengajian-pengajian Aisyiyiah lebih hidup daripada pengajian-pengajianMuhammadiyah. Pengajian ibu-ibu Aisyiyah inilah yang menjadi embrio terbentuknya ranting-ranting Aisyiyah.

“Aisyiyah saat ini terkesan tidak lagi memilki visi peradaban masa depan, oleh sebab itu ‘Aisyiyah perlu merajut visi satu abad ke depan bagi kebaikan kemanusiaan umat dan warga bangsa ini dan umat manusia universal,” ungkap Munir Mulkhan pada pengajian Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah di kampus 1 Universitas Aisyiyah Yogyakarta (18/06).

Abdul Munir Mulkhan menyatakan bahwa saat ‘Aisyiyah menggunakan nama Muhammadiyah istri, gerakannya lebih responsive dan komprehensif. Bahkan ‘Aisyiyah di masa lalu disebut Muhammadiyah perempuan, sehingga hak keanggotaannya setara dengan laki-laki di Muhammadiyah.

”Muhammadiyah istri telah satu abad membangun infrastruktur sosial-budaya terorganisir tanpa tanding,” tutur Munir.

“Jika persyarikatan dapat menatau lang pengajian dengan kurikulum yang sistematis dan nasional, gerakan ‘Aisyiyah ini bermanfaat bagi terwujudnya  tujuan bangsa dan kemanusiaan universal sebagai realisasi nilai-nilai Pancasila (ahlul aqdi wa syahadah),' tutup Munir. (mona)

Reporter : Toni

Redaktur : Mona Atalina

Shared:
Shared:
1