Siti 'Aisyah : Semarak Spiritualitas Ramadhan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 19 Juni 2016 14:09 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID., Yogyakarta – Bulan Ramadhan tidak hanya identik  dengan adanya ibadah puasa sebulan penuh, tapi beberapa aktivitas khusus juga nampak  menjadi kekhasan datangnya Ramadhan.  Dari kalangan pejabat, artis, pebisnis, bahkan sampai komunitas kalangan menengah ke bawah turut serta menyemarakkan kegiatan di bulan Ramadhan.

Menurut Siti ‘Aisyah, Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, semarak spiritualitas Ramadhan ini nampak dengan adanya kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas masyarakat. Mulai dari kegiatan pengajian jelang buka puasa, buka bersama, tarawih berjamaah, hingga tadarus bahkan juga acara-acara yang disirakn di media televisi.

“Kesemarakan di bulan Ramadhan memang sangat terasa, tetapi kesemarakan tersebut masih semu,” ungkap ketua yang membidangi  majelis kader dan tabligh PP Aisyiyah  dalam acara pengajian Ramadhan 1437 H PP Aisyiyah di kampus 1 Universitas Aisyiyah Yogyakarta (18/06).

Menurut Siti Aisyiyah, fenomena ibadah instan telah menggeser makna ibadah yang sebenarnya.  Ada dua jalur pengalamaan keberagamaan di  bulan Ramadhan, yaitu jalur pop dan jalur sunyi.

“Jalur pop ini merupakan jalur yang meriah, penuh hingar binger, serba materi dan difasilitasi oleh media massa mainstream. Sedangkan jalur sunyi ini merupakan jalur yang sunyi, ruhani, spiritual, dan jauh dari publikasi media,” jelas Siti ‘Aisyiyah.

Dalam Muhammadiyah, ada istilah spritualitas Al-Maun, spiritual ini menjelaskan layanan kepada kaum mustad’afin. 

“Spiritual Al-Maun ini tertuang dalam lima pilar, yaitu pengabdian untuk yang yatim, pengabdian untuk yang miskin,  tidak riya’ (ikhlas),  dan tidak menolak kerjasama,” jelas Siti Aisyiyah, yang juga pengajar di Universitas Cokroaminoto.

 

Reporter/Redaktur : Mona Atalina

Shared:
Shared:
1