Pemuda Muhammadiyah Jabar Dorong Kadernya Melek Politik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 19 Juni 2016 13:39 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TASIKMALAYA – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Iu Rusliana mendorong kaum muda, khususnya kader Muhammadiyah, untuk peduli dan berjuang dalam politik kebangsaan dengan sungguh-sungguh. Pada konteks daerah, kata dia, peran Pemuda Muhammadiyah sangat penting dalam menata pembangunan politik yang pro rakyatnya di daerah.

“Misalnya di Kota Tasikmalaya ini, Pemuda Muhammadiyah harus mengambil peran besar dalam agenda pembangunan Kota Tasikmalaya. Lawan bila pemerintah kotanya tidak pro rakyat! Dukung bila bermanfaat untuk rakyat!’ ujar Iu saat mengisi acara Talkshow dan Buka Puasa Bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya di Tasikmalaya, Sabtu (18/6).

Mengontrol kinerja pemerintah daerah, menurut Iu, merupakan kegiatan politik dan harus sungguh-sungguh ditekuni.  Iu mengatakan, kasus Saeni, Siyono dan yang lainnya yang ramai di media memberikan gambaran betapa pentingnya politik bagi umat Islam, khususnya Muhammadiyah.

Dosen Jurusan Filsafat Agama UIN Bandung ini mengingatkan, jangan sampai urusan bangsa ini dan kepentingan rakyat banyak di daerah diserahkan kepada mereka yang tidak punya niatan untuk membangun bangsa dan masyarakat daerah.

“Bangsa ini tidak boleh diserahkan kepada mereka yang tidak punya prinsip, nilai, moralitas dan keimanan. Di daerah pun, kawan-kawan pemuda harus aktif berjuang, hingga mampu menempatkan diri sebagai kelompok kritis yang peduli sehingga pembangunannya pro rakyat,” tegas Iu.

Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat (Jabar), lanjut Iu Rusliana, akan menjadikan agenda kaderisasi di bidang politik sebagai salah satu agenda utama. “Tentu saja jangan maknai politik sebagai politik praktis kepartaian saja,” ujarnya. Tapi, ia menambahkan,  juga aksi nyata menggalang kekuatan di wilayah publik pada berbagai kebijakan agar pro rakyat.

Tak hanya itu, terang dia, Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat akan mengoptimalkan peran dalam tugas penyelenggaraan pemilu dan melakukan edukasi tentang hak-hak warga negara dan peran politik lainnya.

Ihwal ini, Iu memberitahukan, agenda kaderisasi jihad politik itu akan dimulai dengan kegiatan silaturahmi elemen politisi, praktisi media massa dan penyelenggara Pemilu. Lalu dilanjutkan dengan workshop pengelolaan program kaderisasi politik.

Dan di wilayah publik, kata Iu, Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat akan mendorong Gerakan Jabar Bersih. “Madrasah Anti Korupsi Untuk Jabar Bersih akan segera kami selenggarakan beserta sejumlah agenda yang penting untuk menguatkan gerakan anti korupsi di kalangan muda di Jawa Barat,” katanya.

Pemuda Muhammadiyah Jabar, lanjut Iu Rusliana, memaknai gerakan politik merupakan bagian dari gerakan dakwah kebangsaan. Dalam berjuang, Pemuda Muhammadiyah berusaha untuk meneguhkan dakwah dan meninggikan moral. Sebagai kader persyarikatan, umat dan bangsa, menurut Iu, berkepentingan untuk serius dan sungguh-sungguh memperjuangkan Indonesia yang adil dan makmur.

Pada konteks Jawa Barat, Iu mengatakan, Pemuda Muhammadiyah Jabar ingin merealisasikan Jabar yang berkemajuan.

Berita yang menyatakan Jawa Barat sebagai provinsi yang penduduk miskinnya paling banyak, sambung Iu Rusliana, memberikan dorongan bagi Pemuda Muhammadiyah untuk berperan aktif dalam aksi nyata memerangi kemiskinan. Yakni dengan memastikan berbagai kebijakan pembangunan di Jawa Barat tidak mengalami ‘kebocoran’.

“Ini bentuk dari apa yang kami sebut politik anti kemiskinan. Pemerintah Jabar juga harusnya berterimakasih kepada Muhammadiyah, karena perannya yang luar biasa. Kami menyelenggarakan sekolah, perguruan tinggi, panti asuhan, rumah sakit dalam rangka membantu masyarakat agar keluar dari kemiskinan. Pemerintah tak bisa sendirian dalam membangun masyarakatnya,” jelas alumni Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Barat ini.

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1