Pelantikan Nasyiatul Aisyiyah Kebayoran Lama Perlu Penguatan Pemahaman Gender

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 19 Juni 2016 01:14 WIB

JAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID - Nasyiatul Aisyiyah Cabang Kebayoran Lama periode 2016-2020 menggelar agenda pelantikan, upgrading pengurus dan rapat kerja selama satu periode kepengurusan

Agenda digelar Sabtu (18/6) di Perguruan Muhammadiyah Kebayoran Lama dengan tema  "Revitalisasi gerakan menuju Nasyiatul Aisyiyah berkemajuan". Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pertama Nasyiatul Aisyiyah kebayoran lama setelah vakum beberapa waktu.

Megawaty, selaku ketua umum terpilih menyatakan bahwa pentingnya sebuah organisasi melakukan regenerasi terlebih jika organisasi tersebut sudah sempat vakum beberapa waktu, tentu diperlukan revitalisasi gerakan agar sebuah organisasi dapat terus menerus bertumbuh.

Dalam pidatonya ia juga menegaskan bahwa dengan aktifnya kembali Nasyiatul Aisyiyah diharapkan sebagai langkah awal penyadaran bagi masyarakat terhadap peran seorang perempuan sebagai tiga elemen yang tidak dapat dipisahkan yakni perannya sebagai seorang putri, ibu dan anggota mayarakat.

"Saya merasa perlu penyadaran dan penguatan pemahaman gender di dalam tubuh Nasyiatul Aisyiyah. Memang skalanya masih skala cabang atau setingkat dengan kecamatan, namun bermula dari lingkup kecil saya yakin pemahaman tersebut akan menular sebagai gerakan yang progresif," ujarnya.

"Bukan sesuatu yang buruk pemahaman gender ini. Kita harus memahami bagaimana konstruk budaya sangat kuat membentuk pemahaman masyarakat yang terkadang menjadikannya bias. Dengan penyadaran tersebut diharapkan dapat mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan yang sedang marak akhir-akhir ini," tambahnya.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari hingga Ahad (19/6). Terdiri dari pelantikan, upgrading atau pengayaan pemahaman pengurus dan rapat kerja.

Nadya Kholifatunnisa selaku sekretaris umum PC NA Kebayoran Lama menegaskan bahwa kegiatan ini tujun akhirnya adalah rapat kerja. Setelah diberikan pemahaman tentang arah perjuangan ke depan akan diaktualisasikan melalui program-program yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat dari lingkup kecil hingga ruang lingkup yang lebih besar lagi.

"kegiatan ini selain bertujuan sebagai respon dari kasus kekerasan yang marak akhir-akhir ini adalah juga sebagi bentuk keseimbangan organisasi yang memperjungkan perempuan juga sebagai organisasi otonom di Muhammadiyah yang mengedepankan nilai-nilai religiusitas. Kegiatan ini diisi dengan sholat tarawih berjamaah, tadarus qur'an dan pembelajaran dakwah", paparnya

Bagi Nasyiatul Aisyiyah Kebayoran lama, langkah awal ini harus diapresiasi oleh berbagai pihak. Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa aktifis perempuan dan beberapa peneliti muda dari lembaga penelitian diharapkan ke depannya dapat bersinergi dengan perjuangan keadilan bagi sesama.(dzar)

 

Redaktur: Dzar Al Banna

Shared:
Shared:
1