Pesantren Ramadhan SMP Muhadesta, Ajak Siswa Dalami Al Quran

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 19 Juni 2016 01:03 WIB

SLEMAN, MUHAMMADIYAH.OR.ID – Dalam rangka mengisi kegiatan positif di bulan Ramadhan, SMP Muhammadiyah 2 Depok (Muhadesta) Sleman, mengadakan acara Pesantren Ramadhan 1437H. Bertempat di kampus SMP Muhadesta, acara pesantren digelar dengan format dua sesi. Sesi pertama untuk kelas 8, pada tanggal 11-12 Juni 2016. Sementara sesi kedua, dilaksanakan pada 13-14 Juni 2016.

Kepala Sekolah SMP Muhadesta Diyah Puspitarini,. mengatakan kepada peserta pesantren agar berpartisipasi aktif, selama jalannya acara. Selain itu, Diyah menambahkan, bahwa melalui ajang pesantren ini, diharapkan siswa mampu terbebas dari “buta huruf” dalam membaca Al-Qur’an.

Acara pesantren Ramadhan ini, terselenggara berkat kerjasama yang dijalin antara pihak SMP Muhadesta dengan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sleman. Dimana dalam acara tersebut, organisasi kemahasiswaan ini turun langsung ke sekolah, untuk mendidik siswa-siswi SMP dengan topik pembahasan seputar ibadah mahdah.

Selain membahas ibadah mahdah, para peserta pesantren Ramadhan juga diajak untuk mengkaji tentang adab menggunakan sosial media. Sehubungan dengan tanggal 10 Juni yang diperingati sebagai hari media sosial. Dalam mengkaji adab menggunakan sosial media tersebut, pendekatan yang digunakan ialah melalui empat sifat utama nabi, yakni shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah.

“Keempat sifat utama nabi tersebut, perlu diaktualiasikan dalam menggunakan sosial media,” terang Fukkar dari IMM Cabang Sleman.

Menurut Fukkar, Sifat shiddiq, bisa dijadikan acuan agar pengguna sosial media, memiliki niatan berbuat jujur, dalam menggunakan sosial media. Sementara sifat tabligh, menekankan pentingnya menyebarkan informasi yang bernilai positif. Seperti berita tentang prestasi pelajar Indonesia dalam perlombaan tingkat nasional maupun internasional. Tujuannya adalah supaya menginspirasi pelajar yang lain untuk berprestasi. Sedangkan sifat amanah, dapat diartikan dengan menepati janji maupun kesepakaan dalam hal baik, yang telah dibuat di dunia maya. Maraknya penipuan melalui sosial media selama ini, bisa jadi dikarenakan absennya sifat amanah dari pengguna sosial media tersebut. Untuk sifat fathanah ini, dapat diartikan bertindak cerdas, dalam menyikapi derasnya arus informasi di sosial media.

“Kita perlu sifat fathanah, agar dapat memilah, mana informasi yang berguna, dan yang tidak ada gunanya, untuk kita,” pungkas Fukkar. (dzar)

 

Pengirim Berita: Jarwadiprana

Redaktur: Dzar Al Banna

Shared:
Shared:
1