Pesan untuk Orang Idealis, Rizal Ramli: Semuanya Bisa Dikalahkan dengan Militansi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 18 Juni 2016 20:25 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Menko Maritim dan Sumber Daya Republik Indonesia,  Rizal Ramli mengatakan, Indonesia memerlukan ruang bagi orang-orang yang memiliki idealisme, intelektualitas dan orang yang memiliki skill. Pasalnya, menurut dia, banyak orang yang mengisi posisi strategis baik di pemerintahan ataupun di parlemen yang kurang memiliki kemampuan dalam politik.

“Di dalam demokrasi kriminal itu, tidak ada tempat untuk kelompok idealis, tidak ada tempat untuk kelompok intelektual,” kata Rizal saat memberikan sambutannya dalam Pembukaan Konvensi Anti Korupsi 2016 Pemuda Muhammadiyah, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jum’at (17/6) malam.

Menutur Rizal, saat ini, pejabat-pejabat di pemerintahan ataupun parlemen cenderung mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. “Apa mereka berjuang buat rakyat?” katanya.

Bahkan, Rizal menuturkan, anggota legislatif saat ini di antaranya merupakan pengusaha yang dapat membahayakan sistem perpolitikan Indonesia. Tak hanya itu, kata dia, kompetensi anggota DPR tersebut pun dalam politik patut dipertanyakan. “Gak punya skilmalah jadi anggota DPR,” ujarnya.

Rizal menambahkan, untuk menjadi anggota DPR, biasanya setiap calon harus mengeluarkan anggaran yang besar. Anggaran itu yakni untuk biaya calon anggota DPR berkampanye.

Kondisi itu pun, menurut Rizal, membuat calon-calon anggota DPR atau pejabat daerah yang idealis dan memiliki integeritas tinggi tersingkir dengan sendirinya. “Karena kalah sama yang punya uang,” kata  Rizal, doktor ekonomi dari Boston University itu.

Solusi untuk mendorong calon-calon berintegritas itu, menurut Rizal, dapat dijawab dengan pemberian dana oleh pemerintah bagi partai politik. Ini pun dalam rangka mencegah budaya korupsi di Indonesia yang melibatkan orang-orang di lingkungan partai politik. Dana itu juga, kata dia, dapat digunakan untuk kaderisasi partai politik.

“Satu tahun cukup lima belas triliun,” kata dia. Dalam Konvensi Anti Korupsi ini, Rizal juga menginginkan agar politik uang tidak mengalahkan para kandidat yang memiliki kompetensi untuk menduduki kursi di pemerintahan ataupun legislatif.

“Politik uang hanya bisa dikalahkan dengan uang yang lebih besar. Tapi, semuanya bisa dikalahkan dengan militansi dan keberpihakan pada rakyat,” ujar Rizal memberikan wejangannya kepada puluhan kader muda Muhammadiyah dari berbagai wilayah se-Indonesia.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1