Dzikir ala Muhammadiyah : Fokus Amal Shaleh dan Tindakan Nyata

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 18 Juni 2016 15:13 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, Yogyakarta -- Muhammadiyah yang dikenal oleh masyarakat adalah Muhammadiyah yang dikenal kering dalam melakukan spiritual keagamaan.  Muhammadiyah tidak mengenal ritual yasinan, tahlilan, munaqiban, atau sholawatan. Dalam ziarah kuburpun Muhammadiyah tidak mengenal pengkhususan  waktu tertentu.

"Muhammadiyah lebih fokus pada amal shaleh yan nyata," tutur Dahlan Rais, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam pembukaan pengajian Ramadhann 1437 H PP Aisyiyah di Kampus 1 Universitas Asyiyah Yogyakarta  (18/06).

Menurut Dahlan Rais, dzikir tidak hanya dilakukan melalui lisan saja, akan tetapi dapat juga dilakukan dengan tindakan nyata. Berdzikir atau mengingat Allah dapat dilakukan melalui amal shaleh, misalya menolong anak yatim, membangun rumah sakit, dan memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang membutuhkan. 

"Oleh sebab itu Muhammadiyah memilki konsep zakat tak habis pakai, di mana zakat diberikan kepada mustahiq dalam bentuk yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang," jelas Dahlan.

Menurut Dahlan, tradisi dzikir lisan di Muhammadiyah harus mulai digalakkan agar seimbang antara lisan dan tindakan nyata. 

"Amal nyata warga Muhammadiyah juga harus diimbangi dengan amal lisan. Karena hidup harus tawadzun atau seimbang, seimbang antara jasmani -rohani dan pribadi-sosial," tutup salah satu Badan Pengurus Universitas Muhammadiyah Surakarta. 

 

Reporter : Toni

Redaktur : Mona Atalina

 

 

 

 

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1