Soal Korupsi, Haedar Nashir: Satu Persatu Gugur Karena Uang dan Kekuasaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 Juni 2016 23:56 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, banyak tokoh di Indonesia yang korupsi karena telah kehilangan marwahnya sebagai seorang idealis.

“Satu persatu gugur karena uang dan kekuasaan,” ujar Haedar saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Konvensi Anti Korupsi 2016 Pemuda Muhammadiyah, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jum’at (17/6), malam. Ia mengungkapkan, kemunduran bangsa Indonesia terutama soal korupsi juga disebabkan adanya rasa saling tidak percaya satu sama lain.

Rasa tidak percaya tersebut hadir karena persepsi dan banyak orang yang tidak bisa dipercaya. Karena itu, doktor sosiologi lulusan UGM ini menuturkan, tugas Muhammadiyah saat ini adalah membangkitkan kekuatan moral bangsa dari segi aktor dan kultur untuk melawan korupsi. “Membangkitkan kembali yang ada di bangsa ini dengan ketulusan, dan kepercayaan,” katanya.

Selain itu, korupsi pun terjadi lantaran dari segi aktor itu sendiri. Haedar menerangkan, seseorang melakukan korupsi dapat difaktori oleh gaji yang kecil dan kelaparan. Maka orang tersebut melakukan tindakan korupsi .

Dan lanjutnya, ada juga yang korupsi karena rakus. Orang ini, kata Haedar, korupsi walaupun dia telah memilliki gaji yang cukup dikarenakan rasa rakus tersebut.

Menurut Haedar, orang korupsi disebabkan oleh kultur atau budaya. Dengan banyaknya orang yang korupsi, orang yang tidak korupsi menjadi kelompok yang terasingkan. Sehingga, kultur ini dijalankan bukan hanya oleh kalangan atas namun juga masyarakat miskin.

Kemudian, Haedar menjelaskan bahwa kultur juga berpengaruh terhadap kebangkitan kekuatan moral bangsa. Masyarakat yang lugu, tulus, bersahaja, dan sederhana, karena politik uang, ujar dia,lama-lama dapat menikmatinya. Hal inilah, yang menurutnya, yang harus diwaspadai oleh setiap orang.

Ihwal korupsi yang merajalela ini, Haedar menekankan, agar benteng moral setiap individu lebih diperkuat. Ia mengatakan perlu pembiasaan yang kemudian akan menjadi sebuah kultur untuk melawan korupsi.

Sebagai penutupan dari sambutannya, sekaligus membuka acara Konvensi Anti Korupsi 2016, Haedar berpesan kepada pemuda seluruh Indonesia, khususnya kaum muda Muhammadiyah agar menjadi generasi baru yang memiliki karakter dan tidak tergoda oleh korupsi.

Dalam acara Pembukaan Konvensi Anti Korupsi 2016 Pemuda Muhammadiyah ini, turut hadir juga Menteri Kordinator Maritim RI, Rizal Ramli, Ketua KPK RI Agus Rahardjo, dan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nurwahid. 

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah 

Shared:
Shared:
1