Beri Keynote Speech, Menteri Agama: Penyatuan Kalender Hijriyah Beri Manfaat Besar Bagi Umat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 Juni 2016 20:04 WIB

JAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID - Menag mengapresiasi UHAMKA yang telah menginisiasi seminar nasional dengan tema  penyatuan kalender Islam, kalender global ini. Menurutnya, ini adalah  suatu yang sangat penting dan tema yang sangat relevan, tidak hanya umat Islam Indonesia tetapi umat Islam dunia. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang tampil sebagai Keynote Speech Seminar Nasional Kalender Hijriyah Global  di Kampus UHAMKA Pasar Rebo Jakarta, Jumat, (17/6).

Menteri Lukman mengatakan, penyatuan kalender hijriyah akan memberikan manfaat besar bagi umat dari segala aspek. Pada aspek sosiologis misalnya akan memperkuat persatuan umat Islam di segala penjuru. Pada aspek Iptek, upaya ini akan menjadi sarana mengelaborasi ilmu falak dan fikih serta teknologi bidang astronomi dan telekomunikasi.

“Penyatuan kalender hijriyah atau sebutlah Kalender Islam sebenarnya tidak sulit, asalkan ada kemauan untuk bersatu dan menyamakan persepsi,” ujar Lukman.

Menag juga mengajak segera menemukan kesepakatan yang maslahat serta harus berpandangan ke depan agar tidak hanya karena satu hal, yakni urusan rukyat dan hisab saja, agama dipandang sebagai beban kemajuan zaman

Dikatakan Menag, sejak dua dekade silam, Kementerian Agama menaruh perhatian serius terhadap penyatuan standar dan kriteria penetapan awal bulan Qamariyah. Pada tanggal 24 Maret 1998 di Bogor, digelar musyawarah ulama, ahli hisab dan ormas Islam tentang kriteria Imkanur-rukyat. Pada tahun 2007 diselenggarakan dua kali dialog antar Nahdalatul Ulama dan Muhammadiyah yang berujung komitmen terhadap upaya penyatuan kalender hijriyah.

“Karena untuk menentukan kapan 1 Ramadhan, kapan 1 Syawal dan Dzulhijjah itu, sangat memerlukan cara kita bagaimana menentukan itu semua,” ujar Mantan Wakil Ketua MPR RI.

“Kita terus berupaya untuk menyamakan persepsi, karena itu juga tentu apa yang juga dilakukan oleh civitas akademika, oleh dunia akademisi ini yang didukung oleh pemerintah ini juga perlu didukung juga oleh ormas – ormas islam semua, tokoh-tokoh agama kita, kita memiliki cara pandang yang sama dalam menentukan kapan awal Ramadhan, 1 Syawal,” tambah Menag.

Tampak hadir dalam acara tersebut Rektor UHAMKA Suyatno yang juga Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Direktur Urais Kementerian Agama Muhammad Thamrind, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, Islamic Science Research Network UHAMKA Tono Saksono dan  Kakanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Abdurrahman. (dzar)

 

 

Redaktur: Dzar Al Banna

 

Shared:
Shared:
1