Rektor UMS : Anak Muda Mulai Tertarik dengan Komunis

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 17 Juni 2016 10:50 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SUKOHARJO – Penyebaran akan paham komunis di Indonesia saat ini semakin gencar, hingga pada tatanan generasi muda Indonesia. Penyebaran Komunis dipandang berawal dari paham kapitalis.

"Betapa mirisnya generasi anak muda saat ini mulai tertarik dengan komunis, permulaan dari penyebaran komunis saat ini disebabkan oleh paham kapitalis,"ungkap Bambang Setiadji selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam acara  pengajian Nuzulul Qur’an pada Rabu (15/6) bertempat di Masjid Fadlurrahman Kampus 1 UMS.

Dijelaskan oleh Bambang, kapitalis adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. "Demi prinsip tersebut, maka Pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi Pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi,"ungkapnya.

Komunisme di Indonesia telah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. PKI (Partai Komunis Indonesia) lahir pada tahun 1920, yang merupakan kelanjutan dari tahap awal dominasi komunisme di negeri ini, bahkan di Asia.

"Para pemimpin komunis nasional seperti Tan Malaka misalnya, Ia menjadi salah satu karakter yang tidak bisa dilupakan dalam perjuangan di berbagai negara seperti China, Indonesia, Thailand, dan Filipina. Tidak seperti Vietnam, di mana perebutan kekuasaan komunis untuk perang yang luar biasa," tambah Bambang.

Perlawanan terhadap komunisme yang terjadi di Indonesia pada saat Orde Baru yaitu dengan pembantaian banyak nyawa. Hal tersebut tidak berakhir di sana, para tersangka juga diganjar eks-tapol oleh Pemerintah Orde Baru. "Pembatasan dalam upaya untuk mendapatkan kehidupan bagi para komunis telah dilakukan di era presiden Soeharto," ujar Bambang.

“Saya berharap kepada generasi muda Indonesia untuk memahami apa itu komunisme dan apa saja cirinya agar mereka tidak tertarik dengan paham tersebut," tutup Bambang. (mona)

 

Kontributor : Muslih Nur

Redaktur : Adam Qodar

Shared:
Shared:
1