Aqice Pen, Alat Pendeteksi Kandungan Takjil

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 15 Juni 2016 12:11 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA - Ramadhan sebagai bulan istimewa banyak mendatangkan berkah bagi seluruh umat manusia. Khususnya umat islam. Pada bulan suci ini, berbagai kalangan mendapatkan manfaat. Utamanya pedagang makanan. Setiap makanan khas Ramadhan akan diserbu. Namun tetap harus berhati-hati dalam memilih makanan. Pasalnya makanan yang beredar, terkadang banyak yang mengandung bahan kimia.

Meskipun banyak kalangan menghimbau untuk tidak sembarangan dalam membeli makanan dan beberapa pemerintah di lain daerah melakukan antisipasi dengan sidak terhadap pasar, namun ada saja penjual yang tidak menghiraukan persoalan tersebut. Oleh karena itu, guna mewaspadai makanan dan takjil untuk kebutuhan berbuka puasa yang mengandung bahan pengawet seperti formalin, borak atau zat berbahaya lainnya, dua mahasiswa Prodi Analis Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Risma Kartika dan Rofiah Faradillah membuat alat inovasi untuk mendeteksi kandungan berbahaya dalam makanan.

Alat yang dinamakan Aditif Quick Check Set Pen (Aqice Pen) ini diharapkan dapat  membantu masyarakat dengan mudah untuk mendeteksi zat berbahaya yang ada pada makanan.

Junaidi Fery Effendi selaku Manajer Program Inovasi dan Bisnis (PIB) Mahasiswa UMSurabaya mengatakan, inovasi yang dibuat oleh dua mahasiswa analis ini, merupakan satu diantara sekian inovasi lainnya yang akan dipersembahkan untuk masayarakat.

"Melalui  tangan mahasiswa yang kreatif ini bahan-bahan yang sebelumnya dipandang biasa, akan menjadi barang yang berguna dan naik kelas. Seperti alat pendeteksi makanan ala mahasiswa ini, terbuat dari bahan yang sederhana namun bisa mendeteksi makanan dari kandungan zat kimia yang berbahaya,"ungkapnya.

Sukadiono, selaku rektor UM Surabaya mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh mahasiswanya tersebut merupakan bentuk aksi nyata dari kampus untuk masyarakat. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli makanan bebas  tersebut.

“Kepada masyarakat, hati-hati dalam membeli makanan untuk berbuka ataupun sahur. Karena maraknya makanan yang dijual bebas mengandung pengawet borak ataupun zat pewarna tekstil akan menyebabkan penyakit kangker. Semoga dengan adanya alat pendeteksi yang dibuat oleh mahasiswa kami ini, memberi manfaat bagi seluruh masyarakat,"tutupnya. (Humas UM Surabaya).

 

 

Abey/Adam

Shared:
Shared:
1