Muhammadiyah Ingin Sekolah Berperan Tanamkan Nilai Pancasila

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 14 Juni 2016 16:51 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, CIREBON -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendi mengungkapkan bahwa menanamkan pendidikan Pancasila sejak dini kepada anak-anak sangat penting. Muhammadiyah, ujar Muhadjir, harus konsekuen untuk mengutamakan pendidikan Pancasila di sekolah Muhammadiyah tingkat dasar dan menengah.

“Pendiikan kewarganaegaraan yang intinya adalah Pancasila,” kata Muhadjir saat menyampaikan materi Dinamika Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Konteks NKRI pada Pengkajian Ramadhan 1437 H di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Selasa (13/6).

Berdasarkan  survei nasional Pusat dan Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mencatat mayoritas responden masyarakat Indonesia, 84,7% mendukung Indonesia menjadi  Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berdasarkan Pancasila. Dan, lanjut Muhadjir, 22,8% mendukung membentuk Negara Islam.

Muhadjir memberitahukan, Negara Indonesia yang menjadi Negara Pancasila namun sebagian di antara rakyat Indonesia bahkan belum bisa menyebutkan sila-sila dalam Pancasila dengan benar. Survei dari sebuah media massa nasional menyebutkan, 48,4% responden berusia 17-49 tahun tidak dapat menyebutkan sila-sila Pancasila.

Penafsiran Pancasila itu, jelas Muhadjir, ada pada level etik dan logis yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Dan juga, nilai estetik yaitu sesuai dengan aspek keindahan. Kemudian juga sesuai dengan norma-norma kemanusiaan.

Pasca reformasi, ujar Muhadjir, penafsiran Pancasila diserahkan kepada pasal.  “Pancasila ini harus jadi ideologi  populis yang ditafsirkan oleh  masyarakat yang beradab,” kata Muhadjir menyoal Pancasila sebagai ideologi yang harus dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia bukan ditafsirkan oleh para pemangku kepentingan politik dan pihak eksternal.

Pengkajian Pancasila ini, kata Muhadjir, mengangkat tema Negara Pancasila sebagai Darul ‘Ahdi wa Syahadah, merupakan upaya Muhammadiyah untuk menafsirkan Pancasila. “Spirit organisasi Islam tampil untuk menjadi penafsir dan sekaligus menjadi pelaksana Pancasila,” ujarnya ihwal penafsiran Pancasila yang sesuai dengan masyarakat madani itu.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1