Gus Ipul: Muhammadiyah Selalu Berada di Garis Depan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 12 Juni 2016 01:49 WIB

MALANG, MUHAMMADIYAH.OR.ID -- Indonesia patut bangga dan bersyukur memiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Persyarikatan yang berdiri pada pada 1912 ini mampu menyemai bibit pergerakan nasional hingga melahirkan kemerdekaan.Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf menegaskan dalam pengajian dan kajian yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (11/6). Dalam acara bertajuk "Harmoni Fikir dan Dzikir" ini dihadiri sekitar 2500 peserta dari anggota Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Timur.

"Sebagai persyarikatan modern Muhammadiyah berada di garis depan dan berada di tengah pusaran pembangunan Indonesia merdeka," terangnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan bahwa fikir dan dzikir merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Menurutnya, fikir berhubungan dengan intellectual happiness yang bermuara dengan penguatan ketuhanan sementara dzikir berkaitan dengan spiritual happiness untuk mengolah cara berpikir. "Kita harus memiliki keduanya dan membuatnya berjalan beriringan," katanya.

Gus Ipul menilai dengan berbagai pergerakan yang dilakukan Persyarikatan Muhammadiyah, mampu membawa Islam dan Indonesia berkemajuan. "Muhammadiyah selama saya menjabat sebagai wakil gubernur, Muhammadiyah selalu berperan dalam setiap perkembangan pemerintahan dan masyarakat di Jawa Timur," imbuhnya mengapresiasi kajian yang sebelumnya selalu diikuti oleh Gubernur Jatim, Soekarwo tersebut.(umm) (DZAR)

Shared:
Shared:
1