Haedar Nashir : Dimensi Fikir dan Dzikir Harus Berjalan dalam Koridor Keharmonisan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 12 Juni 2016 01:41 WIB

MALANG, MUHAMMADIYAH.OR.ID -- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir secara resmi membuka pengajian dan kajian yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (11/6). Bertajuk "Harmoni Fikir dan Dzikir" kajian Ramadhan tahun ini dihadiri sekitar 2500 peserta dari anggota Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Haedar memaparkan fikir dan dzikir adalah dua dimensi yang sering dibahas untuk mencari keharmonisan. Menurutnya, dalam penerapan kedua dimensi ini sering terjadi permasalahan. "Dimana dimensi fikir sering berjalan sendiri dengan ekstrimismenya dan begitupun dimensi fikir," paparnya.

Banyak kalangan, lanjut Haedar yang sekedar memaknai Bulan Ramadhan sebagai bulan untuk mengolah batiniah dan meningkatkan spiritualisme namun mengesampingkan dimensi fikir, dan sebaliknya. "Hingga di Bulan Ramadhan ini menjadi sangat statis dan egosentris, tidak berkembang," jelasnya.

Maka dari itu, Ketum mengapresiasi kajian yang rutin diselenggarakan PWM Jatim setiap tahun ini. Dengan adanya kajian ini Ia berharap, muncul pencerahan yang bisa diambil manfaatnya mengenai harmonisasi kemampuan berfikir dan dzikir. "Dalam keislaman posisi ini sangat tepat, karena dimensi fikir dan pikir adalah dua dimensi yang harus kita miliki dan berjalan dalam koridor yang harmoni demi munculnya Islam yang berkemajuan," imbuhnya.

Dalam acara tersebut hadir pula, Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf. Dalam pemaparannya pria yang akrab disapa Gus Ipul ini menegaskan jika Indonesia patut bangga dan bersyukur memiliki Persyarikatan Muhammadiyah. Menurutnya, persyarikatan yang berdiri pada pada 1912 ini mampu menyemai bibit pergerakan nasional hingga melahirkan kemerdekaan.

"Sebagai persyarikatan modern Muhammadiyah berada di garis depan dan berada di tengah pusaran pembangunan Indonesia merdeka," terang Gus Ipul.(umm) (DZAR)

Shared:
Shared:
1