Radhar Panca Dahana: Negara Pancasila Tidak Mungkin Terwujud Apabila Kita Tidak Saling Menguatkan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 11 Juni 2016 20:43 WIB

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAH.OR.ID - Sastrawan sekaligus tokoh budaya,Radhar Panca Dahana mengungkapkan, apakah negara  ini adalah  negara pancasialis.  Radhar mengatakan masih banyak yang belum bisa menjawab bahwa Pancasila yang menjadi keterangan atau kata sifat, dan segala macamnya. Problemanya sederhana, karena belum terwujud, dan mungkin tidak terwujud.

“Karena negara Pancasila belum ada contohnya. 20 tahun Soekarno berkuasa saja belum mampu merealisir  negara Pancasila,” ujar Radhardalampengajian Ramadhan1437 HijriyahPP Muhammadiyah di Gedung AR Fakhruddin UMY, Sabtu (11/6).

Lebih lanjut Radharmengatakan secara ideologismemahami Pancasila, masyarakat Indonesia saat ini yang kita bayangkan tidak akan jadi, bahkan tidak mungkin. Diamembuktikan,bahwa tiap sila dalam Pancasila saling berhubungan dan menguatkan. “Jika sila pertama saja tidak terwujud, maka sila selanjutnya mati,”kata dia.

“Kita selama tujuh puluh tahun merasa kehilangan dua hal, Pertama, kita kehilangan ideologi ,jadi bukan hanya imagined society, tapi juga imagined ideology. Kedua, yakni harapan kita, apakah benar-benar itu ada. Kita selalu berbicara manusia pancasila. Jika diperiksa, apakah pancasila ada, ternyata hanya abstrak bahkan absurd,” lanjut dia.

Selain berbicara tentang ideologis, Radhar juga memparkantentang teologisPancasila. “Apakah benar, masyarakat Islam  hidup dipandu oleh  komprehensif teologis, bukan saja menjadi acuan dan panduan. Jika  hidup kita dipandu teologi, berapa banyak dari kita yg bisa menolak rangsangan kekayaan,tawaran kekuasaan, dan  tawaran ketenaran,” tutup dia.

 

Kontributor: Muhammad Fathi Djunaedy

Redaktur: Dzar Al Banna

 

Shared:
Shared:
1