Kalender Global, Langkah Maju Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Juni 2016 20:44 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL - Perbedaan negara dan golongan seringkali menyebabkan perbedaan dalam penentuan kalender, terutama dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha. Berdasarkan kenyataan itulah maka Muhammadiyah memandang perlu untuk adanya upaya penyatuan kalender hijriah yang berlaku secara internasional.

Pembahasan mengenai penyatuan kalender global tersebut berdasarkan keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47. Setelah Muhammadiyah berfikir lebih maju dalam memutuskan adanya kalender global, kemudian dunia internasional turut memandang perlu adanya peyatuan kalender Islam secara global tersebut.

“Muhammadiyah selangkah lebih maju dalam berfikir dan memutuskan perlu adanya penyatuan kalender global dibandingkan dunia internasional, hal itu merupakan implementasi Muhammadiyah dalam mewujudkan Berkemajuan,”ungkap Syamsul Anwar selaku Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam acara Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah pada Jumat (10/6) bertempat di Gedung Ar Fachrudin B lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Pada tanggal 28 hingga 30 Mei 2016 telah dilangsungkan Kongres Internasional Penyatuan Kalender Hijriah di Istanbul, Turki. Diungkapkan Syamsul Anwar yang merupakan salah satu peserta Kongres tersebut, hasil dalam kongres tersebut diputuskan bahwa kalender Islam yang diterima adalah kalender tunggal.

“Kongres tersebut menghasilkan bahwa kalender Islam yang diterima oleh dunia internasional adalah kalender tunggal. Keputusan tersebut diambil dengan pemungutan suara dengan 80 suara mendukung kalender tunggal, dan hanya 27 suara dalam kongres tersebut mendukung kalender bizonal,”ungkap Syamsul.

Syamsul menjelaskan, kalender tunggal adalah sistem kalender Islam yang menjadikan seluruh dunia ini satu, yang berarti di seluruh dunia hanya ada satu zona tanggal. “Dengan kata lain sistem ini berpatokan pada prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia,”tambah Syamsul.

“Melalui keputusan kongres tersebut, Muhammadiyah mempunyai pijakan kuat untuk mempromosikan dan mengajak umat Islam ke arah penyatuan penganggalan Islam,”tutup Syamsul. (abey)

 

Redaktur : Adam Qodar

Shared:
Shared:
1