Begini Tantangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Mencetak Kader

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Juni 2016 16:25 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL -- Pembinaan dan pengembangan sekolah-sekolah kader seperti Madrasah Mu’allimin, Mu’allimat, Pondok PesantrenMuhammadiyah didorong untuk menjadi hal yang prioritas. Tak hanya itu,organisasi otonom dan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah, tak terkecuali Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) diharapkan menjadi pusat pembibitan kader.

Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti mengatakan, pembinaan, pengembangan, dan pemberdayan sumber daya manusia (SDM), aset dan infrastruktur PTM merupakan investasi utama Muhammadiyah. Hal ini bertujuan untuk memajukan kaderisasi dan dakwah yang konsisten bagi Persyarikatan.

Dalam Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah di Universitas Muhammdiyah Yogyakarta, Jumat (10/6), Sayuti menuturkan, perlu adanya usahaserius  terkait peningkatan koordinasi dan kerjasama secara tersistem antar pimpinan Persyarikatan, ortom dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ini agar pelaksanaan perkaderan berjalan dengan baik.

Sayuti mengatakan,PTM, kini, memilikidaya tampung asrama lebih dari 7.433 mahasiswa dan sebelas ribu dosen. Bahkan, kata dia, kini teradapat lebih darii 450 ribu mahasiswayang ada di 172 PTM.

Sayuti pun menyebutkan, beberapa tantangan terkait perkaderan di PTM. Pertama,kapasitas institusi dan pengelolayang perlu ditingkatkan. Kedua,transformasidosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)untuk menjadi instruktur bersertifikat. Ketiga,paket-paket kaderisasi integratif di PTM.Keempat, kebutuhan lembaga kaderisasi profesional.

Untuk mengatasi masalah terkait kaderisasi, terang sayuti, ada beberapa program kerja yang sudah dan sedang dikerjakan oleh Majelis DiktilitbangPP Muhammadiyah, yaitu pengadaan buku Al-Islam dan Kemuhammadiyahan(AIK). Buku materi dan panduan pengelolaan untuk S1, kata dia, tengahdirumuskan. Begitupun AIK untuk pascasarjana,

Selain itu, ujar Sayuti, dirumuskan juga panduan pengelolaan asrama mahasiswa di PTM. Kemudian, akan dilanjutkan dengan pelatihan pengelola asrama PTM yang rencananya akan dilakukan setelahRamadhan.

Terkait perkaderan, kata Sayuti, ada upaya untuk mengadakan opsi spesialisasi pembinaan mahasiswa di Asrama PTM dan Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA). Seperti membentuk kader akademik, kader aktivis, kader ulama, ibadah danakhlak, skill bahasa, dan muballigh. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut Sayuti,harus ada sinergi dan implementasi antara PTM, Majelis Kader, Majelis Diktilitbang, Majelis Tabligh dan Tarjih.

Sayuti juga memaparkanproyek sinergi dalam rangka untuk keberhasilan kaderisasi, yaitu kerjasama kaderisasi di Asrama PTMdari kapasitas 7433 mahasiswa.Ditambah lagi, lanjutnya, dengan mengadakan kerjasama pelatihan dan sertifikasi 10% dari 1.1000 dosen di PTMuntukmenjadi instruktur Nasional maupun Wilayah.

Reporter: Arief Rakhman Aji

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1