Bank Muamalat dan Muhammadiyah Adakan Kerjasama Fasilitas Layanan Pembiayaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Juni 2016 12:58 WIB

Yogyakarta, MUHAMMADIYAH.OR.ID -- Dalam rangka penjajakan rencana kerjasama pemanfaatan layanan produk antara Bank Muamalat dengan Muhammadiyah pada Jumat (10/6) bertempat di Aula PP Muhammadiyah berlangsung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Endy PR Abdurrahman selaku Direktur Utama Bank Muamalat Tbk dan Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Endy mengungkapkan bentuk kerjasama yang dilakukan diantaranya yaitu pemanfaatan line facility pembiayaan Bank Muamalat oleh Muhammadiyah sebesar Rp 1.000.000.000.000 (satu triliun rupiah). "Pemanfaatan line facility ini sudah termasuk pembiayaan existing, yang sudah berlangsung dengan pihak Muhammadiyah dalam hal ini yaitu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Pelaksanaan kerjasama ini akan dilaksanakan secara bertahap," ungkapnya.

Pemanfaatan line facility yang akan dilakukan mempertimbangkan kelayakan dan mekanisme analisa pembiayaan oleh Bank Muamalat. "Selain pemanfaatan line facility tersebut, kerjasama yang dilakukan juga terkait dengan pemanfaatan produk simpanan Bank Muamalat oleh Muhammadiyah, baik berupa Giro, Tabungan, Deposito, Tabungan Co-Branding, dan juga Dana Pensiun," tambah Endy.

"Kerjasama ini dibuat untuk jangka waktu tiga tahun, terhitung sejak tanggal ditandatanganinya MoU ini," tambah Endy.

Sementara itu, Haedar Nashir mengungkapkan, dengan kerjasama yang dilakukan ini harapannya bermanfaat untuk kemajuan Indonesia, terutama membawa kebangkitan perekonomian Islam. "Salah satu hal dari peradaban yang berkemajuan dapat dilihat melalui pilar ekonomi, semoga dengan adanya kerjasama ini dapat membawa kebangkitan perekonomian Islam," ungkap Haedar.

Sesuai dengan keputusan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) Muhammadiyah akan merintis gerakan-gerakan untuk membangun pilar ekonomi. "Kerjasama yang dilakukan ini merupakan salah satu gerakan Muhammadiyah dalam membangun pilar ekonomi Islam. Dengan kekuatan sistem dan kerjasama dengan berbagai pihak, harapannya Muhammadiyah mampu membangun umat yang berdaya ekonomi," tambah Haedar.

Kedepannya Muhammadiyah tidak hanya membangun AUM dalam bidang sosial, pendidikan, maupun kesehatan. "Muhammadiyah harapannya kedepan juga akan membangun budaya bekerja,berinovasi dan berwirausaha," tutup Haedar. (mona)

Reporter : Adam Qodar

Shared:
Shared:
1