Pemuda Muhammadiyah : Korupsi Merupakan Sumbatan Perkembangan Ekonomi Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 10 Juni 2016 09:36 WIB

Yogyakarta, MUHAMMADIYAH.OR.ID -- Salah satu momok permasalahan pembangunan dan perkembangan di Indonesia menjadi terhambat salah satunya yaitu disebabkan oleh tindakann Korupsi yang masih tinggi. Dibutuhkan kesadaran kolektif yang tinggi dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Sebagai aksi nyata Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam membangun budaya anti korupsi di Indonesia, PP Pemuda  akan menyeleggarakan Konvensi Antikorupsi yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 19 Juni 2016 bertempat di Aula KH. Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta.

Seperti diungkapkan oleh Dahnil Anzar Simanjuntak selaku Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ketika ditemui pada Kamis (9/6) dalam acara Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah mengungkapkan, konvensi Anti Korupsi ini merupakan keberlanjutan dari Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) yang telah diselenggarakan pada bulan Mei lalu.

“Berdasarkan hasil dari KNIB lalu, yang menjadi penghambat majunya Indonesia dikarenakan masih tingginya Korupsi yang terjadi. Melalui Konvensi ini PP Pemuda ingin mendorong seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menerapkan gerakan budaya anti korupsi. Salah satu caranya yaitu kita harus memiliki budaya baru dalam mengentaskan Korupsi yang terjadi,” ungkap Dahnil.

Kembali ditambahkan oleh Dahnil, salah satu poin penting dalam membangun Indonesia berkemajuan yaitu dalam hal pemberantasan Korupsi. ”Sumbatan Perkembangan ekonomi Indonesia salah satunya disebabkan oleh tindakan korupsi. Atas hal itu kita perlu memberantasnya,” tambahnya.

Dahnil mengungkapkan, pihak-pihak yang pro terhadap anti korupsi layaknya seperti Jama’ah Sholat Subuh, yang mana jumlahnya sedikit.”Melalui Konvensi ini kami bermaksud ingin memperkuat dan memperbanyak Jama’ah tersebut dalam memberantas korupsi yang ada,” ungkapnya.

Selain itu, melalui Konvensi ini Pemuda Muhammadiyah ingin memberikan kontribusi terhadap Indonesia dalam memperkuat basis kultur gerakan anti korupsi.”Kami ingin memberikan sumbangsih pemikiran dan juga gagasan bagi Indonesia terkait dengan budaya anti korupsi tersebut. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membangun kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat, memperbesar dan memperkokoh jama’ah gerakan anti korupsi, dan juga  melakukan konektifitas gerakan anti korupsi yang berbasis agama maupun non agama,” tutup Dahnil. (mona)

Reporter : Adam Qodar

Shared:
Shared:
1