Haedar Nashir: Indonesia Berdiri Berdasarkan Dar Al-Ahdi Wa Al-Syahadah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 09 Juni 2016 17:31 WIB

Yogyakarta- Konsep Negara Pancasila sebagai Dar Al-Ahdi Wa Al-Syahadah merupakan pemikiran Muhammadiyah dalam menerapkan prinsip-prinsip Pancasila dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Islam Indonesia berkemajuan merupakan alternatif masa depan Negara Pancasila di tengah pusaran dunia yang dinamis dan progresif pada era abad ke 21.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Haedar Nashir selaku Pimpinan Umum PP Muhammadiyah dalam acara Pengajian Ramadhan PP Muhammadiyah pada Kamis (9/6) bertempat di Gedung Ar Fachrudin B Lantai 5 Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

"Indonesia merupakan negara Pancasila, hal tersebut dipandang penting agar Indonesia tidak menjadi negara sekuler, ataupun negara agama, prinsip-prinsip dalam Pancasila merupakan acuan dalam bekehidupan berbangsa dan bernegara,"ungkap Haedar.

Jika dilihat dari dimensi makna, ruh, jiwa, dan alam pikiran penerapan Negara Pancasila  sejalan dengan Islam. "Melalui pemikiran Pancasila sejalan dengan Islam, maka jadilah Indonesia sebagai negara Dar Al-Ahdi Wa Al-Syahadah,"tambah Haedar.

Dalam membawa negara Pancasila ke depan, Muhammadiyah mengajak seluruh elite bangsa untuk konsisten antara ucapan dan tidakan. "Sebagai kader Muhammadiyah, dalam memaknai Pancasila, kita harus berpegang prinsip menjunjungtinggi moral dalam memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan diri, kelompok, dan golongan,"tambah Haedar.

Selain itu, Muhammadiyah mengajak pemerintah di seluruh tingkatan untuk berkomitmen dalam memajukan bangsa dan negara disertai sikap yang mengedepankan keadilan dan kejujuran."Dalam kehidupan kebangsaan Muhammadiyah memandang bahwa Indonesia ke depan akan meniscayakan rekonstruksi sosial-politik, ekonomi, dan budaya, yang bermakna. Dengan mensyaratkan kehadiran agama sebagai sumber nilai kemajuan, pendidikan yang mencerahkan,kepemimpinan profetik, institusi yang pogresif, dan keadaban publik,"tambah Haedar

Pengajian Ramadhan yang mengangkat tema “Negara Pancasila sebagai Dar Al-Ahdi Wa Al-Syahadah: Perspektif Teologis dan Ideologis” tersebut belangsung sejak tanggal 9 Juni hingga 11 Juni 2016 dengan menghadirkan tokoh-tokoh Muhammadiyah, diantaranya Ahmad Syafii Maarif,  Syamsul Anwar, Achmad Charis Zubair,  M. Din Syamsuddin, Yudi Latif, M. Amin Abdullah, Alyasa’ Abubakar, Abdul Munir Mulkhan, Taufik Abdullah, Radhar Panca Dahana, M. Busyro Muqoddas,Bambang Setiaji, dan Syamsudin Haris. (Adam/Aji)

Shared:
Shared:
1