Ketua Dimesioner PDM Purworejo; Ingatkan Perjuangan Kasman Singodimejo

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 30 Mei 2016 10:51 WIB

Purworejo - Tokoh Kasman Singodimejo merupakan sosok yang telah memberikan warna bagi bangsa dan khususnya Muhammadiyah. Kiprah perjuangannya dalam kemerdekaan telah menginspirasi  generasi berikutnya.

Perihal itu disampaikan Dandung Danadi dalam  sambutan sekaligus pamitan pada acara pelantikan jajaran pengurus baru Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo yang kini dijabat oleh Drs. H. Pudjiono. Acara tesebut diadakan pada (29/5/2016) di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP).

Dalam acara itu  Dandung menyampaikan gambaran kegiatan pada masa Ia memimpin ketua PDM. “Sebagai ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang memimpin selama dua perode tentu ada banyak hal yang belum terealiasikan. Untuk itu harus dilanjutkan oleh ketua yang baru Bapak Drs H. Pudjiono dan jajaran pemimpin lainnya”, Ungkapnya.

“Tapi,tentunya tidak berkecil hati jika banyak hal yang belum terealiasikan di Muhammadiyah Kabupaten Purworejo selama kepemimpinan saya menjadi ketua.Kita harus belajar dari sosok Kasman Singodimedjo kader Muhammadiyah dan pahlawan yang bersal dari Purworejo,” kata Dandung.

Dandung juga mengutip penyampaian Muhammad Room perihal sosok Kasman Singodimejo, “Bahwa sesungguhnya Kasman Singodimedjo bukan hanya menjadi singa dipodium saja, tapi menjadi singa di mana-mana”.

Tokoh Kasman Singodimejo bagi Dandung merupakan  tokoh Muhammadiyah yangtidak hanya pandai dalam berpidato tapi juga pandai dalam menyelesiakan masalah umat.

Dalam pidato pamitannya, Dandung  juga menambahkan banyak ungkapkan Kasman Singodimedjo yang bisa menginspirasi dalam berjuang di Muhammadiyah seperti ‘hidup adalah perjuangan’. Hal tersebut menurut Dandung bisa menjadi motivasi bagi pengurus baru dalam menjalankan amanah mengurus Muhammadiyah.

Di samping itu, Dandung juga mengatakan bahwa menjadi pemimpin harus rela berkorban apa saja demi kepentingan umat.

“Kata lainnya adalah ‘pemimpin adalah menderita’. Kata-kata yang sangat-sangat sederhana, tetapi sangat sarat dengan makna,” ungkap Dandung.(abey)

Reporter : Andi Muflih

Redaktur : Lutsfi Siswanto

 

 

 

Shared:
Shared:
1