Din: Kita Harus Berani Menawarkan Neraca Kemandirian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 23 Mei 2016 11:38 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Muhammad Din Syamsudin mengatakan, tantangan globalisasi khususnya di Kawasan Asia Timur menjadikan Indonesia harus mempertahankan daya saingnya. Sebab, kata dia, Indonesia memiliki cita-cita nasional yaitu menjadi negara yang berdaulat, adil dan makmur.

Dan konsep Indonesia berkemajuan, menurutnya, merupakan konsep yang bernilai lebih dari konsep negara kesejahteraan. “Indonesia yang berkemajuan tidak hanya sebagai slogan, namun sebagai bukti nyata Muhammadiyah terhadap bangsa,” ujar Din saat memberikan pandangannya dalam Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (23/5).

Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, Din menambahkan, jika diselami adalah pikiran jalan tengah. Indonesia dan Pancasila, sambungnya, telah menghasilkan al washathiyah yakni jalan tengah.

Indonesia berkemajuan pun, ia menambahkan, bisa merujuk kepada konsep Ibnu Khaldun, yaitu pembangunan yang berkelanjutan. Konsep Indonesia yang berkemajuan juga, menurut Din, memiliki rujukan ke belakang, dan memiliki pandangan ke depan.

“Kita harus berani menawarkan neraca kemandirian,” kata Din menegaskan. Selain itu, Indonesia, ucap dia, harus berani melakukan tawaran. Indonesia juga harus berani melakukan lompatan tanpa meninggalkan nilai-nilai kebaikan masa lampau, demikian pandangannya.

“Sustainable inovasi, bukan hanya tawaran tajdid saja,” tuturnya.  Din pun bersepakat ihwal Konvensi ini yang juga menitikberatkan persoalan daya saing bangsa.  Indonesia berkemajuan, ia mengatakan, mutlak menuntut adanya budaya berkemajuan.

Begitu juga Muhammadiyah, Din melihat, tidak bisa sendiri melakukan cita-cita besar Indonesia berkemajuan. “Harus ada kaloborasi,” katanya.

Reporter: Lutsfi Siswanto/ Arif Rakhman Aji/ Indra Jaya Sofyan

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1