Ini Pesan Hajriyanto untuk Kaum Muda Muhammadiyah Soal Politik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 22 Mei 2016 17:42 WIB

JAKARTA --  Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hajriyanto Y. Thohari galau, jika kaum muda Muhammadiyah alergi terhadap politik. Padahal, menurutnya, politik itu penting bagi kader muda Muhammadiyah baik untuk meningkatkan kualitas diri maupun untuk Persyarikatan.

Hajriyanto menganggap bahwa kader muda Muhammadiyah merupakan calon pemimpin  yang memerlukan kemampuan berpolitik. “Menurut saya pemuda Muhammadiyah ini dikader untuk menjadi kesatria,” ujar Hajriyanto dalam acara puncak Milad Pemuda Muhammaiyah ke-84 di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jum’at (20/5), malam.

Ketika menekuni bidang kebangsaan, terang Hajriyanto, misalnya bidang politik, bukan berarti seorang kader Muhammadiyah itu meninggalkan urusan Persyarikatan. Menurutnya, terdapat distorsi dalam memandang posisi dari kiprah-kiprah kaum muda Muhammadiyah sebagai kader Persyarikatan terkait politik.

“Kalo tidak berpolitik itu, ya buat apa capek-capek di Ortom (organisasi otonom) Muhammadiyah,” kata mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 1993-1998 ini. Dia juga menghimbau agar kader muda Muhammadiyah tidak memberikan stigma negatif terhadap politik. Sebab, ia menuturukan, bidang politik merupakan lahan dakwah yang mulia bagi seorang pemimpin.

Hajriyanto pun menilai kader Muhammadiyah kini gagap aktif berpolitik. Padahal, ia mengatakan, diperlukan kader muda Muhammaidyah untuk terjun dalam bidang politik, khususnya berkecimpung dalam partai politik. Sebab, bidang politik, menurut dia, dapat mengantarkan kepentingan publik yang lebih besar bisa dicapai.

Namun, lanjut mantan Wakil Ketua MPR RI ini, bukan berarti aktif berpolitik, kader muda Muhammadiyah memanfaatkan organisasi untuk kepentingan sesaat. Dan seharusnya, kata dia, kader muda Muhammadiyah harus mengedepankan kepentingan masyarakat yang lebih luas dan menjadi kebanggaan Persyarikatan.

Hajriyanto mencontohkan, seseorang yang berpolitik tidak sekedar memerlukan pendidikan tinggi seperti gelar doktor maupun profesor. Karena, lanjutnya, yang diperlukan yaitu kecakapan politik salah satunya dengan menjalin relasi dan memiliki kemampuan artikulasi komunikasi yang baik.

Hajriyanto berpendapat bahwa kondisi politik di Indonesia sekarang ini sangat mengecewakan. Oleh karena itu, ia berharap agar kader muda Muhamamdiyah dapat menjadi pemimpin bangsa dan negara di masa yang akan datang. “Jangan lupa kalian anak-anak muda, berpolitiklah!“ ujar Hajriyanto mengutip Soedarso Prodjokusumo, tokoh Muhammadiyah yang sempat mendorongnya berpolitik saat aktif di Pemuda Muhammadiyah.

Reporter: Ilma Aghniatunnisa

Redaktur: Ridlo Abdillah

Shared:
Shared:
1