Muhammadiyah Perlu Kembangkan E-Commerce dan Industri Kreatif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 17 Mei 2016 11:36 WIB

Bantul - Pimpinan Pusat Muhammmadiyah, Anwar Abbas,  memandang industri kreatif mempunyai peluang cukup besar untuk menyumbang pertumbuhan perekonomian, apalagi kelompok masyarakat kelas  menengah di Indonesia terus mengalami peningkatan.

“Dengan semakin besarnya kelas menengah, maka bisnis yang akan berkembang adalah industri kreatif, dan ini potensi bagi Muhammadiyah,” kata Anwar Abbas di sela temu “Jaringan Saudagar Muhammadiyah” di Sahid Rich Hotel Yogyakarta (14/05).

Anwar menambahkan, lapisan menengah adalah lapisan masyarakat yang pendapatan ekonominya tergolong cukup bagus, dan segala kebutuhannya terpenuhi.

Menurut Anwar, masyarakat kelas menengah dalam hidupnya tidak hanya tentang sebuah kebutuhan, tapi juga keinginan.

“Jika dia punya pendapatan, dia ingin mendapat kesenangan. Oleh karena itu, dia akan mengalokasikan dananya untuk sesuatu  yang dia inginkan agar bisa menyenangkan dirinya,” jelas Anwar.

Anwar juga mendorong terbentuknya program  e-commerce sebagai salah satu program unggulan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK).

Menurut Anwar, e-comerce merupakan bagian penting dalam mengembangkan hasil dari industri kreatif, sebab e-commerce mampu menarik pembeli yang  tidak bisa diakses pasar faktual.

“Orang kaya itu tidak banyak kerjanya. Mereka banyak bersantai, dan seketika itu mereka bisa membuat keputusan, untuk mewujudkan apa yang mereka inginkan dengan tidak terlalu sibuk dan berlama-lama dipasar,” kata Anwar.

 

Butuh Nyali

Anwar menganggap untuk mengembangkan bisnis seperti ini khsusnya di persyarikatan Muhammadiyah dibutuhkan nyali besar, dan kuat berhadapan dengan resiko.

“Nah, itu dilemanya. Pemegang pimpinan organisasi kadang takut menghadapi resiko bisnis, sementara pengusaha yang punya ilmu bisnis justeru senang menghadapi resiko. Di situlah muncul ketegangan,” kata Anwar.

Maka dari itu, Anwar mensyaratkan untuk menjadi ketua MEK PP Muhammadiyah, harus yang berlatar belakang pengusaha.

“Saya perjuangkan Najikh untuk jadi ketua MEK, karena saya tahu kalau dia sudah berpengalaman dengan dunia bisnis. Bisnisnya sukses, dan diharapkan dia bisa mentransfer pengetahuan dan pengelamannya di Muhammadiyah,” tutupnya. (dzar)

 
Reporter: Indra Jaya
Shared:
Shared:
1