Bahtiar Effendy Dorong Evaluasi Capaian Reformasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 14 Mei 2016 10:32 WIB

JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Bahtiar Effendy mengatakan, banyak yang telah dicapai oleh Indonesia dalam kurun waktu 18 tahun reformasi. Capaian itu yaitu perubahan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya.

"Termasuk perubahan-perubahan yang sekarang ini kita alami, baik dari segi konstitusi perundang-undangan," ujar dia saat memberi pengantar Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah dengan tema "18 Tahun Reformasi", Jumat (13/5) malam.

Menurut Bahtiar, perjalanan reformasi Indonesia ini penuh dengan perubahan-perubahan yang dulu belum pernah dipikirkan oleh masyarakat Indonesia. "Kehidupan politik kita menjadi begitu demokratis," katanya memberitahukan.

Namun, Guru Besar Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menuturkan, perlu ada pengukuran capaian yang Indonesia dapatkan. Ini terkait apakah capaian itu sesuai dengan yang digagas oleh tokoh-tokoh yang terlibat dalam mewujudkan reformasi.

Banyak hal yang, kata Bahtiar, perlu dievaluasi tentang orientasi bangsa Indonesia. Agar, tujuan reformasi, utamanya benar-benar terwujud, tak terkecuali agenda besar saat reformasi mewujudkan negara demokratis.

Terkhusus, kata Bahtiar, dalam masa reformasi, lahirlah Mahkamah Konstitusi yang dapat menguji Undang-undang. Soal ini pun, menurut dia, Mahkamah Konstitusi justru terlibat juga dalam menangani kasus-kasus Pilkada. "Kita sudah melihat korban-korbannya," ujarnya.

Ke depan, Bahtiar berpendapat, perlu juga ada koreksi yang menyeluruh ihwal institusi negara yang ada di Indonesia ini. Itu dalam rangka, agar tidak ada tumpang tindih peran dalam penyelenggaraan negara. (Reporter: Ilma Aghinatunnisa/ Redaktur: Ridlo Abdillah)

Shared:
Shared:
1