Menteri Anies Baswedan: Butuh Peningkatan Integritas Bagi Pendidikan di Indonesia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 12 Mei 2016 17:22 WIB

Yogyakarta - Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini memiliki tantangan yang cukup tinggi, khususnya dalam hal peningkatan integritas pendidikan bagi siswa-siswi di Indonesia. Salah satu hal yang dapat membantu dalam hal peningkatan integritas tersebut yaitu dengan cara membentuk karakter siswa.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Dikdasmen) pada Kamis (12/5) bertempat di Auditorium Kampus 1 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Kapas 9 Yogyakarta.

“Dalam membangun karakter siswa dibutuhkan dua hal, yaitu moral dan juga kinerja, moral dalam hal ini yaitu peningkatan keimanan, dan ketakwaan oleh guru kepada siswa-siswanya, sedangkan dalam hal kinerja dibutuhkan sebuah tanggung jawab serta kedisiplinan yang dilakukan oleh siswa dalam menempuh pendidikan”, ungkap Anies.

Kembali ditambahkan oleh Anies, bahwa sekolah di Indonesia masih berada dalam suasana abad 19, gurunya berada pada abad 20, sedangkan siswanya berada pada abad 21. “Keterampilan siswa yang berada pada abad 21 menuntut sekolah dan juga guru berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang layak, utamanya dalam hal kualitas karakter, literasi dasar, dan juga kompetensi”, tambah Anies.

Dalam peningkatan kompetisi dasar dibutuhkan 4C. “Bagi pendidik sepatutnya turut menjalankan prinsip 4C dalam membangun kompetisi dasar bagi siswa, yaitu creativity, critical thinking, communication, dan juga collaboration”, ungkap Anies.

Terlepas dari hal itu Anies mengungkapkan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu inovator dalam pendidikan di Indonesia. “Muhammadiyah telah banyak berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, hal tersebut ditandai dengan terdapatnya lebih dari sepuluh ribu sekolah Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia”, tambah Anies.

Melalui Rakernas Dikdasmen tersebut Anies berharap akan menghasilkan inovasi-inovasi serta terobosan baru dalam dunia pendidikan tanah air. “Muhammadiyah didirikan oleh orang berani, sehingga saya berharap melalui kegiatan ini akan turut mengahsilkan sesuatu yang berani pula, berani dalam melakukan inovasi, dan berani dalam membangun sebuah inovasi yang baru bagi pendidikan di Indonesia”, tutupnya.(dzar/abey)

 

Redaktur: Adam Qodar

Shared:
Shared:
1