KNIB Buktikan Karya Nyata Muhammadiyah Untuk Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 11 Mei 2016 19:39 WIB

Yogyakarta - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan hadir pada pelaksanaan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB). Jokowi didaulat untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara KNIB di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (23/05) mendatang.

Menurut Ahmad-Norma Permata,  Ketua Tim Perumus Materi KNIB mengatakan bahwa persiapan acara Konvensi ini sudah 80%, persiapan selanjutnya mengonfirmasi kehadiran pada pembicara. "Secara umum persiapan pelaksanaan KNIB sudah  delapan puluh persen siap, dan jadwal Presiden Republik Indonesia yang sifatnya simbolik sudah dipastikan juga siap", kata dia, Selasa (10/5).

Norma menambahkan, diakhir pelaksanaan ditargetkan ada rumusan terkait hasil konvensi, dan juga peluncuran Jaringan Indonesia Berkemajuan (JIB). "Diakhir acara sudah ada rumusan terkait hasil konvensi, dan akan dibacakan oleh Ketua SC KNIB yang juga Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais,lalu yang kedua  kita akan launching jaringan Indonesia berkemajuan," katanya.

Lebih lanjut, JIB menurut Norma berfungsi sebagai stasiun-stasiun yang akan menghidupkan dan menjaga agar  gagasan Indonesia berkemajuan ini tidak hanya hadir dalam kajian-kajian dan forum belaka, namun juga bisa direalisasikan dalam kehidupan nyata.

"Kelompok-kelompokdan komunitas ini lah yang  kemudian nantinya menjaga  supaya semangat dari konvensi ini betul-betul terwujud," ujarnya.

Sosiolog UIN Sunan Kalijaga ini juga berharap konvensi ini menjadi even reguler, sehingga bisa menjadi forum bagi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk merespon isu-isu strategis. Dirinya pun menegaskan, konvensi ini membuktikan bahwa Muhammadiyah mempunyai tradisi kerja, berfikir progressif, dan kerja nyata.

"Kita tidak banyak bicara teori, tetapi kita bicara praksis," tegasnya.

Karena tidak banyak berbicara tentang teori, Norma melanjutkan, di saat konvensi nanti tidak banyak mengupas konsep, tetapi mengeavaluasi apa yang telah kita kerjakan bersama-sama. Sehingga konvensi ini hanya menghadirkan pejabat dan aktor publik yang dianggap berprestasi dan memiliki karya.

"Kita akan menghadirkan pejabat publik yang kami anggap berprestasi. Jadi bukan pejabat publik yang memepunyai konsepsaja, tetapi pejabat publik yang sudah memiliki karya,"terangnya.

Melalui Konvensi ini menurut Norma, Muhammadiyah mendorong ide dan gagasan, dimaksudkan dalam jangka panjang bisa mendobrak tradisi berfikir masyarakat, terutama tentang kekuasaan. "

Dalam acara konvensi ini juga dirangkai dengan penandatanganan lima prasasti yang layak diketahui publik, dan juga pemberian penghargaan bagi karyawan persyarikatan yang berprestasi, serta bagi mahasiswa prestasi yang penelitiannya telah dipatenkan. (dzar)

 

 

Reporter: Indra Jaya

Redaktur: Lutsfi/ Dzar

Shared:
Shared:
1