Anggap Bertani Kotor, Generasi Muda Enggan Tekuni Pertanian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 21 Februari 2011 15:26 WIB

Yogyakarta- Adanya anggapan bahwa petanian itu kotor dan becek menyebabkan generasi muda enggan untuk menekuni dunia pertanian. Padahal dunia pertanian tidak selalu berkaitan dengan tanah yang becek dan kotor. Pertanian bisa menggunakan media tanam bukan tanah seperti styrofoam atau polystyrene, arang, hidrogel dan lainnya.

Menurut Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ir. Agung Astuti, M.Si memaparkan dalam diskusi terbatas ‘Rendahnya tingkat kesadaran Generasi Muda terhadap Pertanian’ di Kampus Terpadu UMY Senin Sore (21/02/2011).

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pertanian salah satunya dengan mengenalkan bahwa bertanam tidak semata-mata menggunakan tanah. 

“Banyak media tanam yang bisa digunakan misalnya bertanam dalam hidrogel yaitu bahan polyester yang mempunyai daya serap terhadap air sangat tinggi. Tanaman yang ditanam dalam medium ini akan terlihat lebih menarik dan mempunyai nilai artistik tinggi karena hidrogel seperti kristal berwarna-warni yang dapat memantulkan cahaya. Ini pasti akan menarik bagi anak-anak muda,” urainya.

Teknik bertanam lainnya yang bisa dimanfaatkan yaitu vertikulur. “Sistem pertanaman yang bersifat vertikal. Misalnya menggunakan botol bekas air mineral yang telah dipotong dan dilubangi kemudian disambung-sambung menjadi tiga sampai empat tingkat lalu diberi bibit dan digantung. Sistem ini ditujukan untuk memanfaatkan lahan-lahan yang sempit dan di perkotaan sehingga tetap dapat memproduksi hasil-hasil pertanian.” ungkapnya.

Terkait dengan peran Perguruan Tinggi (PT), dijelaskan Agung bahwa PT mempunyai peran strategis bukan hanya sebagai lembaga pendidikan. Tetapi juga lembaga penelitian dan pengembangan teknologi yang hasilnya harus dapat dinikmati oleh segenap stakeholder. “Selain itu PT juga mempunyai peranan dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pertanian. Karena Indonesia memiliki banyak potensi untuk mengembangkan pertanian.” jelasnya.

Menurutnya banyak hal bisa dilakukan oleh PT. “Mulai dari memberikan konsultasi tentang penerapan teknologi pertanian di lapangan. Kemudian memberikan pelatihan teknologi pertanian praktis. Serta memberikan pendampingan dalam penerapan teknologi pertanian.” pungkasnya.

Shared:
Shared:
1