Haedar Nasir: Visi Islam Berkemajuan Melahirkan Visi Indonesia Berkemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 06 Mei 2016 06:38 WIB

Sleman - Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah diharapkan bisa mewujudkan visi Islam Berkemajuan  yang telah menjadi pandangan Muhammadiyah pada Muktamar 2010 di Yogyakarta. Itu dapat menjadi visi keagamaan yang harus disosisalisasikan, dimantabkan, serta diteguhkan oleh warga Muhammadiyah. Sekaligus menjadi perspektif bagi Ummat Islam di Indonesia

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MT PP Muhammadiyah, Kamis (05/05), di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Yogyakarta.

Haedar mengatakan bahwa visi Islam Berkemajuan  sangat penting sekali, karena Muhammadiyah sudah sejak awal menyatakan dirinya sebagai gerakan dakwah dan tajdid.

“Maka tugas kita adalah menyambung mata rantai risalah itu dan menjadi misi dakwah kita ke depan,” katanya.

Islam yang ditawarkan Muhammadiyah menurut Haedar adalah Islam Ad Diinul Hadhaarah, Islam yang hadir dan bisa ikut berkontribusi penuh dalam membangun peradaban. Dirinya menyayangkan kalau Muhammadiyah masih belum menjadi alternatif di dunia internasional, bahkan katanya di dunia Islam pun, Muhammadiyah masih belum mampu menjadi alternatif.

“Sesungguhnya Visi Islam berkemajuan, bisa melahirkan visi Indonesia Berkemajuan,” tegasnya.

Realitas sosial yang dihadapi ummat Islam pada saat sekarang ini kata Haedar adalah  dua arus yang saling berlawanan dan bisa  menghambat visi Islam berkemajuan di Indonesia, diantaranya neoliberalisme dan Neorevivalisme.

Pada kesempatan itu Haedar berharap Da’i Muhammadiyah mesti memahami dan belajar tentang teori sosiologi guna mampu menetranisir dua pemahaman ini.


“Kita harus bisa memahami pola piker masyarakat, khususnya umat Islam, sehingga metode dan cara berdakwah kita harus terus mengikuti perkembangan zaman, sehingga visi Islam berkemajuan bisa masuk ke dalam ranah sosial masyarakat Islam”, imbuhnya.  (dzar)

 

Shared:
Shared:
1