Alarm Anti Maling; Inovasi SMK Muhammadiyah Kudus

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 04 Mei 2016 13:16 WIB

KUDUS- Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Kabupaten Kudus mengadakan event “ SMK Weekend”. SMK Weekend ini merupakan kegiatan bagi pelajar SMK di Kudus agar tetap kreatif dalam berkarya dengan menciptakan sebuah inovasi.

SMK Weekend ini diadakan di alun-alun Kudus, dan  diikuti oleh 27 SMK se-kabupaten Kudus termasuk 3 perwakilan dari SMK Muhammadiyah di Kudus.

Dalam acara event ini, SMK Muhammadiyah Kudus menampilkan inovasi terbarunya yaitu “Alarm anti maling untuk kendaraan.” Cara kerja alat ini adalah dengan Hp Android yang dihubungkan lewat Bluetooth pada alat yang terpasang di kendaraan dengan jarak maksimal 10 meter.

“Dengan alat ini, kita bisa mengunci mesin dan membukanya melalui Hp. Jadi, jika dalam keadaan terkunci dengan aplikasi di android itu, kendaraan tersebut tidak akan bisa menyala. Tidak hanya itu, kita bahkan bisa menyalakan mesin kendaraan dan klakson kita jarak jauh,” ujar Muhammad Hafidz, siswa TAV(Teknik Audio Video) SMK Muhammadiyah Kudus.

Ide anak-anak TAV ini diakui sudah lama muncul. Namun, baru bisa diwujudkan saat acara SMK Weekend kali ini. “Walaupun begitu, banyak masyarakat yang tertarik dengan seharga Rp. 450.000 plus pemasangan ini, bahkan Kapolsek kota Kudus sedang mengujinya dan jika cocok maka akan disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Abdul Rozak, pembimbing dalam pembuatan alat ini.

SMK Muhammadiyah Undaan juga tak mau kalah dengan SMK Muhammadiyah Kudus. Sekolah ini juga membuat produk untuk keamanan kendaraan agar tidak hilang.

SMK Muhammadiyah Undaan berhasil membuat kunci motor rahasia. Cara kerjanya bisa dibilang lebih rumit dari alarm milik SMK Muhammadiyah Kudus, karena menggunakan kode-kode rahasia pada koplingannya.

Idenya berawal dari Abdul Fatah, seorang guru SMK Muhammadiyah Undaan. Ia merakit alat itu sendiri dan mengajarkannya pada murid-muridnya. “Kami bisa merakit ini dalam 1 jam. Walau terbilang cukup rumit cara kerjanya, tapi alhamdulillah sudah ada beberapa yang memesan alat kami. Kami menjual alat ini seharga Rp. 50.000 plus pemasangannya,” ujar Thoriquddin, siswa SMK Muhammadiyah Undaan.

Ada juga SMK Muhammadiyah Jekulo (Ponpes). Sekolah ini membuka 2 jurusan yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), pada acara ini SMK Muhammadiyah Jekulo lebih mempromosikan pola pada ranah  pendidikan kader yang berkualitas.

SMK Muhammadiyah Jekulo adalah satu-satunya sekolah di Kudus bahkan di Jateng yang memiliki X-Cool SAR.

Sasaran kedepan adalah sekolah ini bisa menjadi sekolah siaga bencana pertama di Kudus. “Dalam hal kreatifitas kita untuk menciptakan produk, kita memang masih kalah jauh dengan sekolah lain. Namun, kita punya yang lebih dan tidak dimiliki di sekolah lain,” kata Satrio, Wakil Kepala SMK Muhammadiyah Jekulo.

 

Kontributor : Amalia, Drajat

Redaktur : Lutsfi 

Shared:
Shared:
1