Ancam Pluralitas, Pemuda Muhammadiyah Bali Diskusi Soal Terorisme

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 01 Mei 2016 17:13 WIB

Denpasar - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Bali mengadakan Diskusi Publik yang bertemakan “ Terorisme Sebuah Ancaman Pluralitas Bagi Bali yang Berkemajuan”, Ahad (1/5). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah 1 Denpasar yang dihadiri oleh guru- guru Muhammadiyah se- Denpasar, IPM Bali,  Ormas dan Pemuda Muhammadiyah se-Bali. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Milad Pemuda Muhammadiyah ke 84 yang jatuh setiap tanggal 2 Mei.

Dalam diskusi ini, menghadirkan beberapa narasumber di antarannya I Putu Sudiartana (Anggota Komisi 3 DPR RI ), AKBP Priyanto (Direktur Interkam Polda Bali), KH. Taufik As’adi (Ketua MUI) dan  Zulkarnain Nasution (Sekretaris PW Muhammadiyah Bali).

Menurut Putu, ancaman dari tindak kejahatan terorisme dapat mengancam ketertiban dan keamanan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali itu sendiri. Sasaran dari tindakan ini adalah umat Islam. Menurut Putu, adalah suatu pemikiran masyarakat luas yang salah terhadap permasalahan ini.

Anggota komisi 3 DPR RI dari Dapil Bali ini sempat menyinggung tentang dipersulitnya pembangunan masjid di salah satu daerah yang ada di Bali. “Itu merupakan pelanggaran HAM. Jangan sampai kita terhasut oleh oknum- oknum yang ingin memecah-belah kita,” ujarnya.

Ketua umum PW Pemuda Muhammadiyah Bali, Azizudin, yang sekaligus sebagai moderator dalam diskusi ini  menyampaikan keadaan umat Islam sekarang sangat terjepit dan diharapkan masyarakat sekarang mampu mengembalikan peradaban Islam yang sesuai dengan Al- Qur’an. (dzar)

 

 

Kontributor: Firda Amalia - Denpasar

 

Shared:
Shared:
1