UMM Libatkan Ahli Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 07 November 2011 12:07 WIB

 

Malang- Sesuai dengan edaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang penentuan tanggal 10 Dzulhijjah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melangsungkan sholat Idul Adha Minggu (6/11). UMM menggelar sholat Id di dua lokasi, yakni helipad kampus III Jl. Tlogomas, dan halaman kampus II di Jl. Sumbersari, Malang.
 
Ketua Panitia Idul Adha 1432H UMM, Prof. Dr. Ir. Wahyu Widodo, MP, menerangkan di kedua lokasi itu juga diadakan penyembelihan hewan kurban pada hari yang sama. Sedangkan satu lokasi lagi, di halaman masjid KH Bedjo di area Rumah Sakit UMM, penyembelihan hewan kurban berlangsung Senin (7/11).
 
Diperkirakan jamaah sholat Id di dua lokasi UMM tahun ini akan meningkat dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu di kampus II mencapai 400-500 jamaah, tahun ini diperkirakan hingga 600 jamaah. Sedangkan di kampus III yang dulu 5.000 jamaah, kali ini diperkirakan mencapai 6.500. “Kami melihatnya dari trend sholat Idul Fitri yang lalu. Untuk itu kami juga menyiapkan tempat atau alas yang lebih luas lagi di lapangan,” kata Wahyu.
 
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Drs. Nurcholis Huda, MSi dijadwalkan menjadi khotib di kampus III, sedangkan dosen FT UMM, Dr. Ermanu Azizulhakim, MT, memimpin di kampus II. Keduanya disodori tema tentang membangun altruisme melalui kurban sebagai implementasi keimanan dan keislaman.
 
Sementara itu, tim kesehatan hewan UMM juga dikerahkan untuk memeriksa kelayakan hewan kurban. Mereka adalah dosen, dokter hewan dan laboran dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM yang dipimpin langsung oleh Wahyu Widodo. “Tugas kami adalah memastikan binatang kurban yang disembelih sehat dan sangat layak dikonsumsi,” tegas Wahyu.
 
Untuk memastikan kelayakan hewan kurban, tim FPP melihatnya antara lain dari kesempurnaan fisik, kecukupan usia, kesehatan mulut, kesehatan gigi. Tim juga memeriksa kebersihan kandang hewan ketika mereka dikarantina sebelum disembelih.
 
Sampai hari Jumat (4/11), UMM telah menerima sejumlah 16 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Hewan kurban itu merupakan hasil iuran dosen dan karyawan yang dipotong dari gaji secara sukarela. Untuk dosen dan karyawan yang cicilannya mencapai seekor kambing atau sapi, diberi pilihan untuk menggabungkan dengan panitia atau mengambilnya untuk dikurbankan di tempat lain. Tahun ini, jumlah yang mengambil tabungan kurbannya mencapai 71 orang.
 
Wahyu menjelaskan pihaknya akan mendistribusikan daging kurban antara lain ke lokasi-lokasi Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah yang membutuhkan. Sedangkan di sekitar kampus diatur dengan membagikan kupon sebanyak 3.300 paket yang terbagi 2.500 paket di masjid AR Fahruddin, 500 paket di kampus II dan 300 di masjid KH Bedjo.
 
Pembantu Rektor II, Drs. Mursidi, MM, berharap panitia memperhatikan pemerataan pembagian daging kurban untuk masyarakat sekitar kampus. “Kurban adalah simbol kecintaan kita kepada Allah, sebuah manifestasi tauhid yang diwujudkan dengan meningkatkan kepedulian sosial. Jadi sebagai sesame mahluk Allah, masyarakat harus diutamakan untuk merasakan kurban kita,” kata Mursid.(www.umm.ac.id)
Shared:
Shared:
1