Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan Logo Muktamar ke XIII

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 18 April 2016 09:22 WIB

Yogyakarta – Jelang penyelenggaraan muktamar Nasyiatul Aisyiyah XIII pada Agustus mendatang, pimpinan  pusat Nasyiatul Aisyiyah mengadakan kegiatan launching  logo muktamar pada Minggu, (17/4). Bertempat di gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI di Yogyakarta, acara ini dihadiri oleh segenap pengurus Pimpinan PusatNasyiatul Aiayiyahdan Pimpinan Wilayan NA Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi tuan rumah muktamar

Ketua Umum PP Nasyiatul ‘Aisyiyah  Norma Sari mengatakan, dalam usia 87  tahun yang merupakan usia sangat matang, akan tetapi permasalahan yang dihadapi perempuan masih sama. Perempuan harus dihadapkan dalam ketidakramahan yang menghambat keikutsertan perempuan dalam usaha memajukan bangsa.“Oleh karena itu dalam kegiatan mukatamar Nasyiah nantinya akan melakukan refleksi  dan evaluasi untuk kembali menata bagaimana peran perempuan dalam membangun bangsa,” jelasnya.

Kemiskinan yang terjadi di negara ini menurut Norma, terjadi karenastruktural memojokkan perempuan, sehingga perempuan tidak dapat mengakses sumber-sumber ekonomi kehidupan.

“Nasyiatul Aisyiyah hendaknya mencetak perempuan-perempuan berkemajuan yang mampu membawa bangsa ini menjadi negara yang mandiri. Bagi kader Nasyiah berperan ganda adalah sebuah panggilan hati,” jelas Norma yang juga Pengajar Fakultas Hukum UAD ini.

Agung Danarto Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sambutannya mengingatkan bahwa dengan akan berlangsungnya muktamar Nasyiah  XIII, maka NA harus melaksanakan syiar kepada seluruh masyarakat bahwa organisasi putri Muhammadiyah siapmelaksanakan muktamar

“Bagi Muhammadiyah, perempuan sudah diposisikan secara terhormat dan juga diposisikan sebagai mitra laki-laki, seiring sejajar dan juga seiring bersama, ” jelas Agung Danarto

Menurut Agung, ketika  masyarakat masih berdebat tentang posisi dan perempuan dalam masyarakat, Muhammadiyah telah memiliki tokoh-tokoh perempuan yang  telah berhasil memimpin banyak amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang tersebar di nusantara.  Dalam kehidupan modern laki-laki tidak mungkin tidak melibatkan perempuan dalam upaya membangun sebuah bangsa

“Kebaikan apapun yang dilakukan oleh perempuan tetaplah tidak boleh meninggalkan rumah tangganya, karena benteng yang kuat itu harus dibangun mulai dari keluarga. Maka gerakan perempuan harus berbasis kelurga sakinah, Berkarir cemerlang dan mampu membangun kemandian bangsa,”  tambahnya. (mona)(mac)

Shared:
Shared:
1